Monday, 7 January 2019

Tentang Pengampunan

Belakangan ini Tuhan sering mengingatkanku tentang Daud.
Siapa yang tidak kenal Daud?
Seorang tokoh Alkitab yang dikenal sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan bahkan dipilih sendiri oleh Tuhan untuk menjadi raja.
Kalau ditanya dosa apa yang paling orang ingat dari Daud, pasti orang-orang bisa dengan spontan menjawab; perzinahan.
Daud tidur dengan istri Uria, istri Uria hamil, kemudian di tengah ketakutannya dia merancang pembunuhan atas Uria dengan menempatkannya di barisan depan dalam pertempuran paling hebat.
Masalah seolah-olah berakhir dengan kematian Uria, tetapi kemudian seorang nabi bernama Natan datang sebagai utusan Tuhan untuk menyampaikan murka Tuhan atas Daud.
Semua pasti familiar dengan kisah ini.

Bicara soal perzinahan, aku pun pernah jatuh ke dalam dosa yang sama.
Sedikit terkejut?
Jangan.
Bagian-bagian di bawah mungkin akan lebih mengejutkan lagi.

Kejadiannya terjadi sekitar Maret sampai Juni tahun lalu.
Aku tau sebagian besar pembaca tulisanku mengenalku sebagai orang yang terlibat dalam cukup banyak pelayanan, entah itu di UP, di UKM, atau bahkan se-Sumatera.
Aku bahkan seorang PKK, yang sepatutnya memberi teladan yang baik kepada adik-adik kelompok kecilku.
Memalukan sekali ya?
Iya, aku sehina, sememalukan, dan serendah itu.
Bagian yang paling parah dari itu semua, perzinahan itu kulakukan dengan menjalin kedekatan dengan pacar orang lain.
Kepadamu yang sudah mulai ingin menghujatku sebagai pelakor, silahkan memulainya setelah tanda titik di akhir kalimat ini.

Sebagaimana orang-orang yang sedang dekat pada umumnya, kami cukup sering menghabiskan waktu bersama-sama.
Kami bertemu hampir setiap malam, makan bersama, nonton film, pergi ke beberapa tempat yang menyenangkan, juga bertemu dengan teman-temannya.
Aku bahkan pernah bersalaman dengan ibunya (tapi waktu itu gelap, jadi aku tidak bisa mengingat wajah ibunya sama sekali), juga beberapa kali bertemu dengan adik-adiknya.

Sebenarnya, dia datang kembali ke dalam kehidupanku itu sekitar tujuh bulan sebelumnya, tepatnya akhir Juli 2017.
Kukatakan datang kembali, karena dia memang bukan orang baru di hidupku.
Kami saling mengenal di pertengahan tahun 2015, kemudian sejak akhir Agustus 2015 kami sering berkomunikasi dan beberapa kali pulang bersama dari sekretariat KMK, karena dia juga anak KMK dan seorang PKK.
Betapa bobroknya kami sebagai PKK ini, Tuhan :(

Waktu itu, aku sangat naif.
Aku punya gambaran yang baik tentang anak-anak KMK.
Kalau ada anak KMK yang secara sengaja punya intensi mendekatiku, aku tidak pernah menyangka bahwa ada kemungkinan orang ini sudah memiliki teman dekat yang lain.
Iya, aku senaif itu waktu itu.
Jadi, sewaktu dia secara terang-terangan menunjukkan ketertarikannya, aku tidak menutup diri sama sekali, karena aku juga punya ketertarikan yang sama.
Pernah suatu ketika di perjalanan pulang, aku bertanya padanya.
“Abang punya pacar?”
“Nggak.”
“Kalau mantan ada berapa?”
“Satu. Dia satu jurusan kok samamu, May.”
“Ohhh.”

Kedekatan itu berlangsung sejak akhir Agustus 2015 sampai pertengahan Desember 2015.
Kisah itu kemudian selesai, dengan caranya.
Kami tidak pernah bertukar kabar lagi sejak saat itu.
Memasuki 2016, aku menyibukkan diriku dengan tugas akhir dan masih sering memikirkannya.
Sekitar September 2016, aku bertemu dengan KTBnya (kami punya teman yang sama) dan mendapat kabar mengejutkan.
“May, sebenarnya, waktu dulu dia dekatin kau, dia udah punya pacar.”
Hah?
Aku terkejut dong.
Tapi tidak sampai terheran-heran, karena ini bukan daging anjing yang dimakan dengan sayur kol.
Setahun lebih berlalu baru aku tahu laki-laki yang dulu dekat denganku itu sudah memiliki pacar.
Aku masih ingat responku waktu itu.
“Jadi, dulu, aku semacam selingkuhan?”
Aku berkata demikian tentu karena sebuah alasan.

Hari berlalu dan aku masih memikirkannya.
Harus kuakui, dia memang sangat membekas di hatiku.
Kalau mau tahu alasannya, silahkan baca bocorannya di buletin doa UP FMIPA edisi Oktober 2018.

Tahun 2016 selesai dan tahun 2017 dimulai.
Di semester pertama 2017, kami pernah saling melihat dua atau tiga kali di sekret, tapi tidak bertegur sapa.
Sampai akhirnya di akhir Juli 2017 (tepatnya di hari Minggu), saat baru tiba di gereja, aku membuka akun LINE milikku (pesan di akun LINE jarang muncul sebagai notifikasi).
Kulihat namanya tertera disana.
FYI, kami tidak berteman di sosial media manapun.
Sepertinya LINEku juga bisa ditemukannya karena ada fasilitas auto add berdasarkan nomor ponsel.
Ada tiga pesan.
Kubuka pesan itu.
“May.”
“Test.”
Satu panggilan tidak terjawab.
Dikirimkan sekitar jam setengah tiga pagi dan empat pagi.
Sepulang gereja, kubalas pesannya.
Katanya, dia mau menelpon, ada yang mau dikatakan.
Akhirnya malam itu, dia menelponku.
Dia mengatakan banyak hal seperti, “Aku nggak bisa mengimbangimu”, “Nggak ada lagi bagian dalam dirimu yang bisa kuisi, May” dlsb.
Kemudian kutanyakan, “Waktu Abang dekatin aku dulu, Abang udah punya pacar ya?”
Dia diam sejenak.
“Tau darimana?”

Kami berbincang beberapa hal yang intinya sederhana.
“Mari saling melupakan.”
Aku bilang, “Kita bisa jadi teman baik.”
"Aku nggakbisa, May. Mana bisa aku berteman dengan orang yang kusukai."
Pembicaraan itu berakhir dengan sebuah kesepakatan.
“Ini akan jadi yang terakhir kalinya aku menghubungimu.”

Seperti apa yang semua orang bisa prediksi, ‘terakhir kali’ hanyalah sebuah kebohongan.
Tidak sampai seminggu setelah itu, kami berkomunikasi lagi.
Sekedar bertukar pesan singkat karena dia membalas story di WhatsApp-ku mungkin, atau karena dia bertemu dengan seseorang yang sama-sama kami kenal.
Bisa juga karena dia sedang membuka Instagram di tengah malam dan melihat sebuah video dimana seekor monyet disiksa agar mau beratraksi topeng monyet dan tiba-tiba ingin membahas itu denganku.
Atau juga sekedar bertanya apakah orang yang sudah percaya Kristus tapi memutuskan untuk bunuh diri akan masuk surga.
Ujung-ujungnya, “Aku boleh nelpon nggak?”
Kami berteman dan mengerti bahwa kami tidak bisa bersama, tapi pembicaraan-pembicaraan kami sebenarnya sangat berbahaya.
“Aku sayang samamu, May.”
Waktu itu bukannya membalas dengan “Aku juga sayang samamu”, aku masih bisa menjawab, “I respect your girl.”
Waktu itu aku masih normal.
Masih ingat kalau dia pacar orang.
Berulang kali dia mengajakku bertemu.
Jawabanku selalu sama.
“Aku takut.”
“Takut apa?”
“Takut jatuh hati lagi samamu.”
“Memang itu yang kumau.”
“Egois.”
“Oke memang ini terdengar egois. Tapi aku cuma mau jujur aja. Aku nggak ikhlas lah Mayaku pada akhirnya jatuh hati sama orang lain. Oke aku nggak bisa samamu, tapi aku juga nggakmau kau nikah sama orang lain.”
LOL

Aku percaya bahwa kami sama-sama berusaha untuk saling menjauh setiap waktu.
Ada banyak sekali perpisahan yang terjadi sejak kembalinya dia ke hidupku sampai kami benar-benar bertemu dan bertatap muka.
Ada banyak sekali ”ini akan jadi yang terakhir” yang terus dilanggar selama kurun waktu itu.
Sampai akhirnya, entah apa yang memicu, kami akhirnya bertemu di awal Maret 2018.
Dan semenjak hari itu, segala sesuatu ada di luar kendali kami.

Bagiku, itu adalah hari-hari paling menyesakkan dalam hidupku.
Aku tahu perbuatanku salah, tapi aku tak kuasa menolak kehadirannya di hidupku.
Aku lemah, benar.
Aku bukan perempuan berhati baja.
Sama seperti kebanyakan perempuan pada umumnya yang sedang jatuh cinta, aku tak punya kuasa menolak kebahagiaan yang ditawarkannya pada setiap pertemuan dan kebersamaan kami.
Itu adalah hari-hari paling penuh dilemma dalam hidupku.
Aku ingin keluar dari keadaan itu, sangat ingin.
Tapi aku seakan tak punya daya untuk melepaskan diri darinya.
Tentu semua itu bukan tanpa alasan.
Ada terlalu banyak hal yang dia sampaikan yang lebih dari sekedar cukup untuk membuatku sulit berpisah dengannya.
Tapi, supaya tulisan ini tidak menjadi bias, aku tidak akan menceritakan bagian itu di ruang publik seperti ini. Kalau kuceritakan bagian itu, kujamin 97,5% pembaca tulisan ini akan merespon, “Ya wajarlah pula, aku juga kalau jadi Maya mungkin akan jatuh juga.”
Kita lewatkan bagian itu supaya kalian bisa mengingatku utuh sebagai seorang pendosa, bukan seorang perempuan bodoh yang jatuh cinta.

Percayalah, kami berpisah berulang kali.
Kami selalu berusaha untuk keluar dari hubungan yang tidak benar ini.
Beberapa kali kami berbagi tangis sebelum berpisah.
Aku yakin itu adalah hari-hari yang menyesakkan dan tidak nyaman bagi kami berdua.
Dia pun pasti tidak merasa tenang.
“Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.” – Yakobus 1 : 8

Ada satu perpisahan yang paling kuingat dari belasan perpisahan kami.
Aku sudah memikirkan hal ini selama tiga hari dan berusaha menguatkan hatiku untuk berpisah dengannya.
Hari itu, kami bertemu untuk menonton sebuah film.
Sepulang dari bioskop, aku berkata padanya.
“I wanna tell you something.”
“Apa?”
“Aku memberi kamu kesempatan untuk melepaskan aku.”
“Kenapa?”
“Kamu tahu? Dulu aku selalu bahagia setiap kali ketemu sama kamu. Sekarang aku nggak bahagia lagi. Aku sedih. Sekarang tiap kali sama kamu aku lebih banyak sedih daripada bahagianya. Kita nggak bisa bersama, tapi kita juga terus bersama. Kamu bilang ingin sama-sama aku, tapi nggak bisa karena kesalahan yang kamu buat di masa lalu dengannya. Perasaanku terus tumbuh ke kamu, dan itu membuatku sedih. Lepasin aku, bang.”
“Aku nggak mau, May. Aku nggakbisa.”
Dan hubungan kotor itu terus berlanjut.
Pasti ada di antara kalian yang jijik ketika membaca ini.
Ya namanya dosa, mana ada yang tidak menjijikkan toh?

Pada akhirnya, mereka putus.
Aku tidak terlalu tahu alasannya apa, karena aku juga memang tidak pernah tertarik pada hubungan mereka atau bertanya-tanya tentang hal itu.
Aku tertarik dengannya, benar.
Aku mencintainya, benar.
Tapi aku tidak tertarik dengan hubungan mereka atau  kegiatan mereka, juga tidak tertarik dengan pacarnya.
Waktu itu, bagiku, hubungan mereka adalah hubungan mereka.
Hubungan kami adalah hubungan kami.
Itu adalah dua hal terpisah, maka aku tidak pernah mencari tahu apa-apa atau sering bertanya.
Satu-satunya hal yang kuingat adalah dia pernah berkata, “Tadi aku beli sepatu sama dia.”
Selebihnya, aku tidak pernah bertanya apa yang mereka lakukan di siang hari dimana malamnya dia bertemu denganku.

Ada yang ingat pertengahan Juni 2018 aku kecelakaan, mengalami patah tulang, dan dirawat hampir dua bulan?
Oh, aku belum pernah menceritakan bagian itu di blog ini.
Mungkin di lain waktu.
Di hari itu, aku pergi dengannya :)
Banyak drama yang terjadi di hari itu, aku tidak ingin menceritakan hal-hal itu di ruang publik seperti ini.
Momen menyedihkan yang membuat kami lebih dekat.
“Ada bagusnya juga kamu sakit gini, aku jadi merasa dibutuhkan sama kamu. Aku senang akhirnya ada momen dimana aku bisa membuat keputusan-keputusan penting untuk kamu,” katanya waktu itu.
Mantan pacarnya akhirnya mengetahui keberadaanku.
Pada akhirnya ia tahu selama ini ada orang ketiga di hubungan mereka.
Aku tahu beberapa hari setelah kecelakaan itu adalah hari-hari yang sulit untuknya, dan aku tahu ia akan meninggalkanku dalam keadaan lumpuh itu sebentar lagi.
How did I know?
I was dreaming about it :)
Oh ya, ngomong-ngomong, perihal dia, sejak dulu, aku sering mendapat petunjuk lewat mimpi.
Soal apapun.

Kalau aku tidak salah ingat, itu hari Kamis.
Di pagi hari dia berkata mantan pacarnya mengajaknya bertemu, katanya ada yang ingin disampaikan.
Beberapa hal terjadi di hari itu tapi terlalu sulit untuk dituliskan.
Hari itu aku mengirim dua pesan via LINE kepada perempuan itu.
Pesan pertama isinya kira-kira begini:
“Aku ingin bertemu berdua denganmu dan mendengar apa yang dia sampaikan tentangku dan memberitahu apa yang dia sampaikan tentangmu.”
Karena aku sedang lumpuh, aku tidak punya daya untuk bertemu dengannya di luar kan?
Boro-boro bertemu di luar, buang air kecil saja aku harus pakai kateter waktu itu.
Kuberikan nama rumah sakit tempatku dirawat dan ruanganku.
Tujuanku sederhana, sebagai sesama orang yang mencintainya, aku tidak ingin kami diadu domba.
Aku mengenal laki-laki yang kepadanya aku jatuh cinta, dan dia sangat berpotensi melakukan itu di antara kami.
Mengapa tidak?
Selama ini dia selalu berhasil meyakinkanku dengan menceritakan hal-hal kurang baik tentang perempuan itu, mengapa dia tidak akan melakukan hal yang sama kepadanya?
Oh ya, aku tahu akun LINE perempuan itu karena di tahun 2016, dia pernah mengirimiku pesan dari LINE. Entah dia masih ingat atau tidak.

Pesan pertama tidak dibalas.
Kemudian kukirimkan pesan kedua.
Isinya?
Sesuatu yang kurang baik tentangnya yang selama ini diceritakan laki-laki itu kepadaku.
Karena kami tidak bisa bertemu untuk berbagi tentang hal itu, ya kukirimkan saja via chat.
Kalau kupikir-pikir sekarang, bodoh sekali aku dulu menelan bulat-bulat semua hal menyedihkan yang diceritakannya tentang betapa memuakkannya perempuan itu lalu kemudian menaruh iba dan cinta.

Pesan kedua dibalas.
Oleh laki-laki itu.
Isinya?
“Ini aku ____, May. Aku sayang sama ____, dan aku milih dia.”
“Baiklah. Barang-barang yang ketinggalan boleh segera diambil ya”, balasku.

Besoknya, di hari Jumat, dia datang ke rumah sakit.
Waktu itu aku sedang mendapat kunjungan dari Oca dan Pelin, jadi dia menunggu cukup lama untuk bisa berbicara denganku.
Setelah Oca dan Pelin pulang, dia mendekat.
Digenggamnya tanganku dengan wajah yang tidak karuan.
Kutepis dong, biar mirip seperti di drama-drama itu.
Hahaha.
Kalau diingat lagi sekarang, semua itu begitu menggelikan.

Dia mulai menjelaskan apa yang terjadi kemarin.
Katanya, dia dipaksa oleh perempuan itu untuk membalas demikian.
Icon WAnya juga diganti tanpa seizinnya.
Entah dia berbohong atau tidak, aku sudah tidak peduli.
Kebenaran tentang hal itu bukan sebuah hal yang penting lagi bagiku.

Hari itu kami berbicara banyak sekali dan berpisah lagi.
Dengan sangat baik.
Aku mengerti secara utuh penjelasannya tentang mengapa dia berkewajiban untuk tetap bersama dengan perempuan itu.
Pada akhirnya, dia memang harus bertanggung jawab atas kesalahan yang diperbuatnya di masa lalu dan aku menghormati keputusannya.
Bagiku, itu adalah perpisahan paling indah yang pernah kualami dengan seseorang.
Dan aku ingin selalu mengingatnya demikian.

Hari-hari setelah itu sangat sulit bagiku.
Menjadi lumpuh itu tidak pernah mudah.
Dan berpisah dengannya bukan satu-satunya hal yang terjadi di hidupku waktu itu.
Empat kejadian menyedihkan terjadi dalam dua minggu, aku pikir aku hampir mati waktu itu.
Aku depresi dan frustasi.
I went through the worst days of my life.
Tidak berpikir untuk bunuh diri dengan menggigit lidah sendiri saja sudah terasa sebagai sebuah pencapaian waktu itu.
Pasti karena banyak sekali orang yang menjadi tiang doa untukku.

Harapku waktu itu sederhana.
Jika tidak bisa ada di sisiku sampai aku sembuh, setidaknya jangan memperlama prosesnya dengan melakukan hal-hal yang menyakitiku.

Ada beberapa hal konyol yang terjadi.
Misalnya saat siang hari aku menerima beberapa panggilan dari akun WAnya. Setelah satu jam berlalu, pesannya masuk.
“Sorry ya kepencet. Tadinya mau hubungi Mei pemuda gereja, eh malah kepencet nomor kamu.”
Haaaa.
Tapi hal-hal begitu kuabaikan, karena itu merusak proses pemulihanku.
Ada juga laporan-laporan yang masuk dari adik-adikku di rumah atau dari temanku.
“Kak, si ini follow IGku,” dan sialnya itu dibahas adik-adikku di grup keluarga dimana Bapakku ada di dalamnya.
Hahaha.
Beruntung adikku yang masih SMP sekalipun cukup bijak menanggapi hal-hal demikian.
Oh ya, semua adikku di rumah tahu tentang hubungan kami.
Sejak dulu, sejak 2015.
(ya iyalah, adik mana yang tidak heran melihat kakaknya bertukar kabar dengan seseorang sampai pagi lewat telpon secara rutin)

Atau juga hari dimana dia berjanji akan menjengukku keesokan harinya, kemudian kubalas, “Oke. Jam 10 ya :)”
Tiba-tiba ada balasan.
“Mau kemana jam 10 sama pacar aku? Duh masih nggak tau diri juga ya? Bisa nggak sih nggak ganggu-ganggu hubungan kami lagi?”
Waktu itu aku sedih sekali.
Hahaha.
Rasanya ingin membalas, “Orang lumpuh kaya’ aku bisa kemana?”
But I didn’t reply.
I know she’s hurt as much as me.
Apalagi aku tahu dia sedang sakit, dan aku sangat mengerti betapa tidak enaknya jika pikiranmu terganggu saat sedang sakit.
So I chose not to reply.
I chose to cry.

Beberapa kali laki-laki itu mengirimiku pesan, dan bagi seorang yang sedang sakit, itu sangat menyakitkan.
Bagiku pribadi, kalimat-kalimat itu berisi tuduhan yang menyakitiku.
But I kept quiet, cause telling him about my feelings is useless.
Rasanya tidak berguna.
Toh dia bukan siapa-siapa.
Kalau aku sedih, aku cerita ke kak San.
Selesai.
Pernah ada yang berpikir dari sudut pandang Mamak atau Bapakku yang anak gadisnya diajak pergi oleh seorang laki-laki, kecelakaan, kemudian ditinggalkan dalam keadaan terpuruk?
Kalau Mamak Bapakku mau, aku rasa mereka cukup berhak untuk menghubungi laki-laki itu dan berkata, “Kau yang ngajak anakku pergi terus kecelakaan. Bertanggung jawablah. Temani dia sampai sembuh.”
But I didn’t want to make any scene.
My parents didn’t want it as well.

Pernah suatu kali dia mengirimiku cerpen.
Aku tidak membaca semuanya, karena kalimat-kalimat pengantarnya saja sudah merusak moodku.
Isinya kira-kira berupa tuduhan kalau tulisan-tulisanku dibuat dengan sengaja untuk menyakiti perempuan itu.
Hoooor.
Aku merasa, “Yaampun. Kamu mikir nggak sih sebelum ngomong ini? Harusnya kamu tahu kapasitasku. Kalau aku memang berniat menyakitinya aku kirim aja semua screenshot chatmu yang menjelek-jelekkannya, hal-hal paling pribadi dalam dirinya yang kamu ceritakan ke aku, hal-hal dalam dirinya yang katamu sangat memuakkan, atau setidaknya, menuliskan semua kalimat pujian dan pujaan yang kamu berikan untukku sejak dulu. Don’t you think I can? Aku sangat tahu loo cara melukainya. Sangat. Aku bahkan tahu cara melukaimu. Tapi otakku nggak sekotor itu sehingga menulis dengan tujuan menyakiti orang lain.”
Tapi sepertinya waktu itu dia tidak berpikir sampai kesitu.
Akhirnya cerpennya dibalas oleh Yuni dan Kai’s tanpa pernah kubaca.
Chatnya dihapus, dan akunnya diblokir.
“Demi kesehatan kak Maya”, kata mereka.

Hari-hariku setelah itu mulai tenang, karena tidak ada akses baginya untuk menggangguku lagi.
Memang masih ada beberapa hal yang terjadi setelah itu.
Blogku yang tiba-tiba dihinggapi komentar menarik yang kira-kira isinya ‘anak KMK pun pelakor’.
Aku bahkan tidak tahu sama sekali orang ini siapa dan dia meninggalkan komentar manis di blogku, berkata aku pelakor seolah-olah dia cenayang yang tahu apa yang seutuhnya terjadi di antara aku dan laki-laki itu.
Bahkan jika dia tokoh imajiner sekalipun, aku tidak akan tahu, karena aku tidak pernah mencari tahu.
Buat apa?

Aku sedih.
Jelas.
Terus juga heran, “Ini kisah udah berlalu sejak kapan tapi kok netizennya baru muncul sekarang? Telat banget.”
Aku menangis, bercerita ke kak San.
Kak San bilang apa?
“Anggap aja ini harga yang harus Maya bayar karena dosa Maya di masa lalu. Cobalah melihat dari sudut pandangnya. Kakak juga marah kalau Maya disakitin.”
Ya.
Begitulah seharusnya orang dewasa berpikir.
Komentar itu tidak pernah kuhapus sama sekali.
Kubiarkan saja menghinggap manis disana.
Suatu ketika kak Putri bertanya,
“Aduh itu bisa dihapus nggaksih komentarnya?”
“Bisa kak, tapi buat apa? Kalau pembacaku membaca, ya tinggal jelaskan. Aku pernah jatuh ke dalam dosa itu, tapi aku sudah bertobat.”
Bukankah itu yang terpenting?

Pernah juga dia mengirimiku pesan bahwa dia bermimpi aku meninggal.
Terus kak San bilang,
“Dia pernah mikir nggak ya de kenapa dari sekian banyak mimpi yang bisa dikasih Tuhan tentangmu, kenapa dia harus mimpi kau meninggal.”
“Entah kak. Mungkin enggak.”
”Terus memangnya kenapa kalau kau meninggal de? Kau meninggal atau enggak kan bukan urusannya.”

Beberapa kali dia juga mengirimiku pesan dari nomor lain yang isinya kira-kira, “Tuhan nggak akan mungkin bikin aku kaya’ gini kalau nggak ada yang mau kau bilang, May.”
Atau,
“Beberapa hari ini aku gelisah dan yang kuingat adalah kecelakaan itu.”
Tapi masih, semua pesannya selalu berisi tuduhan yang menyakitkan.
Mungkin dia tidak sadar bagian mana yang berisi tuduhan itu.
Waktu itu kak San bilang,
“Suka kali cari solusi instan. Kalau dia merasa Tuhan menggelisahkannya ya tanya sama Tuhan sendiri, ngapain dia nanya kau.”
Hahaha.
Kaaak, kaaaak.

Hampir semua pesannya kuabaikan.
Kenapa?
Begitulah caraku menyelamatkan hatiku.
Whoooa, semenjak kecelakaan itu aku mengalami kerusakan mental yang parah loo.
Kecelakaan itu berdampak ke semua aspek dalam hidupku, terutama kesehatanku.
Bukan cuma sekarang, tapi untuk seumur hidup.
Berdampak ke impian terbesarku sejak dulu.
Bukan perkara mudah untukku berdamai dengan after effect dari kecelakaan itu.
Sampai sekarang pun masih terasa sulit.
Apa itu?
Tak bisa kubahas di ruang publik seperti ini.
Terlalu pribadi.
Terus setelah melewati semua hal mengerikan, trauma, dan konsekuensi itu, masakan aku akan dengan bodohnya membiarkan orang lain merusak hidupku semena-mena?
Whoa.
Tuhan saja sedemikian gigihnya menata hatiku, mengajarku berdamai dengan semua tuduhan-tuduhannya, masakan aku melemparkan diriku kepada penderitaan sekali lagi?
Kalau kalian berpikir caraku melupakannya tidak dewasa, silahkan :)
Aku tidak punya kuasa mengatur apapun yang ada di pikiran kalian. Tuhan saja tidak mengatur apapun yang mau kalian pikirkan kok, mengapa aku harus sok hebat mengaturnya?
Sejak kami berpisah, seingatku hanya tiga pesannya yang pernah kubalas.
Satu kali di bulan Juli, satu kali di bulan Agustus, satu kali lagi di bulan November.
Yang paling bertubi-tubi itu di akhir Oktober sampai awal November kemarin.
Kadang datang dini hari, kadang pagi hari, kadang juga malam hari.
Pesannya lucu-lucu.
“Pagi Maya, gimana pagimu hari ini? Pasti membahagiakan ya. Aku pengen cerita kebahagiaanku samamu, tapi kau pasti lagi sibuk kali ya?”
LOL.
Abang, ingatkah engkau semua hal menyakitkan yang pernah kau ucapkan beberapa bulan terakhir?

Atau mungkin di saat dia kesal karena terus menerus kuabaikan, pesannya akan berubah bentuk menjadi,
“Oke ini akan jadi yang terakhir kalinya aku menghubungimu. Kalau memang segitu nggak pentingnya aku, anggap aja aku nggak pernah ada.”
Terus, besoknya pesannya muncul lagi.

Belasan pesan-pesannya yang terakhir bahkan kuhapus sebelum pernah kubaca.
Yang kesal?
Kak San.
Suatu ketika kak San bilang ke aku, “Tadi kakak coba beberapa kali hubungi dia, nggak diangkat.”
“Hah? Kakak dapat nomornya dari mana?”
“kan kalau Maya screenshot isi chatnya, nomornya kelihatan karena nggak disimpan.”
“Oooh. Bilang apa kian?”
“Stop ganggu adekku.”

Akhirnya salah satu pesannya kubalas.
Itu setelah melalui doa yang panjang.
Semenjak kejadian itu, kak San selalu mengajarkan bahwa segala sesuatunya harus dengan serius digumulkan melalui doa.
Isinya kira-kira begini;
“Tolong hormati keputusanku untuk diam seperti aku menghormati keputusanmu untuk meninggalkanku saat aku hampir mati. Aku tidak membencimu, sedikitpun tidak. Tapi, kita tidak bisa menjadi teman, karena sejak semula kita tidak pernah menjadi teman.”
Membalas pesannya adalah sebuah langkah besar selama masa pemulihan mentalku, dan aku bersyukur ada kak San di sisiku selama itu.

Oh ya, salah satu pesannya berisi kabar kalau dia akan merantau ke luar kota dan sebelum itu, dia akan melamar pacarnya.
Aku tidak syok sama sekali.
Kenapa?
Sudah kumimpikan sejak 6 Oktober 2018 kemarin.
Silahkan konfirmasi dengan kak San kalau tidak percaya.
Hahaha.
Bukankah sudah kukatakan, Tuhan suka memberiku petunjuk tentangnya melalui mimpi.
Sampai sekarang.

Apa yang terjadi dengannya sekarang, aku tidak pernah mencari tahu.
Aku tidak pernah mencari tahu dimana dia bekerja, kemana dia merantau, apa pekerjaannya, atau apakah dia sudah menentukan tanggal pernikahan mereka.
I never try to figure it out, not even once.
Nomor ponselnya saja tidak lagi kusimpan.
Bukan sebuah hal yang penting untukku bukan?
Bagiku, mencintainya adalah sebuah pengalaman rohani dan melupakan cintaku untuknya adalah sebuah peperangan rohani. Aku tidak akan membiarkan diriku kalah dalam peperangan itu.
Kalau sesekali Allah membangunkanku di tengah malam untuk berdoa baginya, aku doakan.
Tidak masalah, itu tidak menggangguku sama sekali.
Toh aku sudah melakukannya bertahun-tahun.
Bagaimanapun, dia pernah menjadi orang yang sangat berarti untukku.

Aku juga belajar melupakan semua hal buruk tentang pacarnya yang pernah dia sampaikan.
Bukan urusanku sama sekali, kan?
Aku tidak mengenal perempuan itu sama sekali.
Aku tidak tahu apapun tentangnya, kecuali segala sesuatu yang kudengar dari laki-laki itu.
Segala sesuatu yang kutahu tentangnya, adalah framing yang dibuat oleh laki-laki itu untuk kupahami tentangnya.
Bukankah polanya begitu terbaca, memberi kesan bahwa perempuan itu rendah dan memuakkan di depanku untuk memenangkan hatiku?
Dan siapa yang bisa menjamin kebenaran dari semua ceritanya?
Tidak ada.
Maka aku tak perlu memusingkan diriku tentang hal itu.
Perempuan itu pasti orang baik.
Setidaknya, aku, kak San, dan semua teman-temanku meyakini hal itu.

Pada akhirnya, segala sesuatu yang ada di muka bumi terjadi atas seijin Allah.
Belum tentu kehendak-Nya, tapi pasti ada dalam ruang kendali-Nya.
Termasuk dosaku ini.
Mengapa Tuhan mengijinkan kita mengalami banyak hal? Salah satunya juga adalah supaya kita bisa lebih mengerti posisi orang lain. Tidak mudah menjudge mereka, karena mengerti betapa lemahnya manusia.
Setidaknya, bagiku begitu.
Kisah kejatuhanku ke dalam dosa perzinahan ini telah menjadi berkat untuk banyak orang.
Bagi mereka yang pernah dikhianati, Tuhan membuka mata mereka untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Bagi mereka yang sedang menjadi orang ketiga, Tuhan pun pasti berusaha membuka mata mereka untuk melepaskan dosa ini.

Bagiku secara pribadi, kisah ini sangat berharga.
Aku mengakui dosaku di hadapan Tuhan dan mengalami banyak sekali pengalaman rohani (bisa baca tulisan-tulisanku sebelum ini, semua itu hasil pergumulan yang intim dengan Allah selama berbulan-bulan)
Yang paling berkesan dan kuingat sampai sekarang adalah hari dimana aku membaca, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
Waktu itu yang kudengar Allah berbicara, “Ya Bapa ampunilah Maya, sebab Maya tidak tahu apa yang dia perbuat.”
Whoaaa, aku menangis selama dua jam karena momen pengampunan itu.
Aku rasa Tuhan Yesus telah tahu sejak 2000 tahun yang lalu bahwa di 2018 Maya akan jatuh ke dalam dosa perzinahan dan Dia telah meminta pengampunan atas dosa itu.
Sebegitu bahagianya rasanya diampuni oleh Allah.
Aku bahkan menulis tentang itu.
Waktu aku baca Yohanes 8, aku juga banyak menangis.
Tuhan, akulah perempuan sundal yang pantas dilempari batu sampai mati itu.
Tapi lihat apa yang Tuhan Yesus katakan?
“Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Lewat kejadian ini, aku jadi tahu kapasitasku dalam mengasihi, dalam mengampuni, bahkan dalam memikat lawan jenis. Kalau bukan ada sesuatu yang spesial dalam diriku, pikirmu aku mungkin mengguncang sebuah hubungan yang telah dijalin bertahun-tahun dan melewati banyak suka dan duka kehidupan?
Aku tahu kelebihanku sebagai seorang perempuan, dan bukan hanya dia yang pernah memujiku demikian (hanya, dia yang pertama sekali menyadarinya)
Dan itu semua membuatku sangat berhati-hati terhadap laki-laki manapun sekarang.
Lima tahun sudah aku belajar tentang menjadi puas hanya karena Kristus lewat sebuah buku berjudul Lady in Waiting, dan baru setelah kejadian ini aku mengerti apa artinya.
Aku telah mengerti apa itu dipuaskan di dalam Kristus.

Kalau ada yang berpikir aku kecelakaan karena dihukum oleh Allah, itupun boleh.
Akupun telah melewati banyak sekali hal untuk berdamai dengan pernyataan itu.
“Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” – Ibrani 12 : 6
Aku melewati banyak sekali hal, benar-benar banyak.
Literan air mata telah tumpah di hadapan Allah (juga kak San)
Aku telah tahu rasanya menjadi sampah, tidak berharga, dipandang sebagai perempuan bodoh dan murahan, sampai suatu ketika Allah sendiri yang berkata, “Kau berharga, May. Kau sama mahalnya dengan darah-Ku. Dan Aku akan melakukan apapun, benar-benar apapun, untuk memenangkan hatimu. Bahkan jika Aku harus membuatmu lumpuh sesaat lamanya.”
Percayalah, Tuhan tidak bermain-main ketika berkata itu.
Dalam salah satu pesannya kak San pernah berkata,
“Well, hardikannya keras sih, tapi untuk pembentukan yang luar biasa juga. Maya menang banyak.”

Bagaimana hidupku sekarang?
Aku sangat bahagia.
Aku akhirnya terlepas dari keterikatan akan sebuah dosa yang selama ini sangat mengikat dan mencuri kedamaian di hatiku.
He sets me free.
Aku tidak lagi punya ingatan akan rasa sakit yang berkaitan dengannya.
Kebahagiaanku sempurna.
I’ve grown amazing.
I’m growing amazing.
I will grow even more.
Cause He’s in me.

Aku senang dia tidak memilih bersama denganku. Aku sering cerita ke kak San tentang hal itu dulu, betapa bersyukurnya aku tidak dipilih olehnya.
Aku bisa bayangkan, kalau waktu itu dia memilihku, aku tidak akan sebahagia ini sekarang.
Mungkin aku akan menjalani hubungan kami dengan rasa insecure dan ketakutan kalau-kalau dia masih menyimpan hati kepada perempuan lain.
Aduh, pasti tidak enak sekali rasanya.
Aku mengenal diriku dan aku tidak suka menjadi pilihan. Bahkan jika pada akhirnya aku tetap menjadi orang yang dipilih, tetap saja menjadi pilihan itu tidak menyenangkan.
Maka pertanyaan “Kamu milih siapa?” adalah pertanyaan yang tidak pernah kuucapkan sekali pun kepadanya dulu.

Aku tidak tahu apa yang kalian akan pikirkan setelah membaca bagian ini.
Mungkin blogku akan ditinggalkan karena aku dianggap bodoh, murahan, dan munafik.
“Anak pelayanan kok tingkahnya begitu?”
Orang-orang juga mungkin akan berpikir, "Hina sekali kamu perempuan gila, menggoda laki-laki naif seperti dia."
Mungkin aku akan dihentikan sebagai PKK dan adik-adikku diserahkan kepada orang lain.
Mungkin juga mulai besok, orang-orang akan memberiku tatapan sinis yang menyiratkan hujatan, ”Pelakor!”
Apapun itu, aku sudah berdamai dengan semuanya.
“Pelakor!”
“Perempuan murahan!”
Atau mungkin,
“Pelacur!”

Ijinkan aku menyematkan dua kata pelengkap di belakangnya.
Yang diampuni.
“Pelakor yang diampuni.”
“Perempuan murahan yang diampuni.”
 “Pelacur yang diampuni.”
Bukankah dua kata terakhir menyiratkan sebuah penghiburan yang luar biasa?
Dan bukankah perempuan-perempuan sundal yang bertobat begitu dekat di hati Tuhan Yesus?

Kita semua adalah sekumpulan pendosa yang telah diampuni oleh Allah.
Mungkin dosamu lebih kecil daripada dosaku, tapi pada kenyataannya, kita semua adalah pendosa dan telah menyakiti hati Allah begitu banyak.
Pun, Dia masih mengampuni kita dan tidak mengingat-ingat dosa kita lagi.
Ini yang selalu kak San ingatkan.
Kalau kita sudah bertobat dengan sungguh-sungguh, kita sudah ada pada track yang benar.
Jangan mau diintimidasi iblis.
Allah saja tidak mengingat-ingat dosamu, masakan engkau mau mengingat-ingatnya.
Jalanilah hidupmu sebagai orang yang mengalami pengampunan sempurna oleh Allah.
Ingatlah bagian ini;
Allah akan melakukan apapun, benar-benar apapun, untuk memenangkan hatimu.
Oh ya, aku sering menerima pertanyaan ini.
"Kalau dia datang lagi ke hidupmu, gimana May?"
Maksudmu, sebagai pacar orang?
Pertanyaan bagus.
Hm.
Aku harap itu tidak akan terjadi.
Aku tidak punya waktu, energi, dan keinginan untuk itu.
Tapi, kalaupun itu harus terjadi, hatiku sudah cukup teguh untuk tidak menaruh iba dan cinta lagi.
Aku pikir keseriusan Allah dalam mengampuniku sudah membuatku cukup bijak untuk berkata, “Pergi dan rawatlah dia dengan cinta.”

"Kalau dia datang lagi ke hidupmu, gimana May?"
Maksudmu, sebagai dirinya sendiri?
Tanpa membawa siapapun di dalam hatinya?
Pertanyaan bagus.
Hm.
Pada sebuah pesan singkat yang dikirimkannya kepada Yuni, dia memastikan itu tidak akan pernah terjadi.
Akupun telah berhenti mencintainya.
Tapi, kalaupun itu harus terjadi, aku tidak ingin mendahului Allah dengan memberi jawab untuk pertanyaan itu.
Hanya, aku tahu dengan jelas pertanyaan apa yang akan kuajukan kepada setiap laki-laki yang datang ke hidupku.
"Tanya hatimu, sudah punya kepercayaan diri untuk mencintaiku?”

Ah ya, bicara soal Daud.
Siapakah yang akan mengingat dia sebagai pezinah ulung?
Ataukah seorang pemazmur yang dekat di hati Allah?
Jangan lupa, Tuhan Yesus ada pada garis keturunannya.
Dan disana, tersemat nama Batsyeba, perempuan yang berzinah dengannya itu.
Pertobatan sejati selalu membawa perubahan dan kebahagiaan yang abadi.
Pada akhirnya, pertobatan ini menggiringku ke dalam kasih yang jauh lebih dalam kepada Allah.
“Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?” Jawab Simon: “Aku kira, dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” – Lukas 7 : 42 – 43
Kepada perempuan yang namanya tidak bisa kutuliskan disini sebagai bentuk penghormatanku, semoga pesan ini sampai kepadamu entah bagaimana caranya.
Aku bersalah terhadap Allah dan terhadapmu untuk perbuatanku yang hina itu.
Ah, harusnya aku lebih sering memikirkan perasaanmu waktu itu ya?
Sebagai sesama wanita, harusnya aku sedikit lebih peka.
Sayang kita harus jatuh cinta pada orang yang sama.
Maafkanlah hatiku yang lemah dan kesulitan menolak kehadirannya di hidupku kala itu.
Maafkan aku yang sudah memberi ruang di hatiku untuknya.
Dia benar, aku memang bukan perempuan berhati baja sepertimu.
Kalau hatiku tidak lemah, mana mungkin aku dengan mudah membenarkan semua perkataannya tentangmu, menaruh rasa iba dan cinta yang lebih dalam di tiap kedatangannya?
Alangkah baiknya ya kalau hatiku sedikit saja lebih kuat waktu itu.
Sekarang pun tidak.
Mungkin tidak akan pernah menjadi sekuat hatimu.
Tak apa, itu bukan masalah bagiku.
Tapi setidaknya sudah cukup teguh untuk berkata tidak kepada laki-laki manapun yang datang ke hidupku sebagai pasangan orang lain.
Ini akan jadi kali pertama dan terakhir aku selemah itu.
Janji!
Semoga hadirku yang singkat mengokohkan cinta kalian.
Semoga kamu selalu sehat supaya dia tidak lagi perlu mengalami perihnya berlari tanpa kaki.
Kupikir hatinya tidak cukup kuat untuk itu.
Semoga kebahagiaanmu sempurna, seperti kebahagiaanku saat ini.
:)

Kepada laki-laki yang pernah kucintai lebih besar daripada cintaku untuk Allah dan diriku sendiri, dulu, sorot matamu yang memancarkan keleluasaan adalah salah satu hal yang paling kucintai di muka bumi, dan aku yakin kamu paling banyak memancarkan sorot mata itu saat ini.
Menjadi berani huh?
Bagus, setidaknya kamu masih mengingat hal-hal yang pernah kusampaikan.
Kamu benar selama ini, aku tidak membutuhkanmu sama sekali untuk merasa bahagia.
Bukan.
Aku tidak boleh.
Hal-hal seserius kebahagiaan memang tidak sepatutnya digantungkan pada sesuatu se-fana kehadiran manusia, tidak peduli sebesar apapun cinta yang kita terima atau beri kepadanya.
Terima kasih untuk segalanya, terutama peranmu sebagai alat terbaik yang dipakai Allah untuk menaklukkan hatiku.
Dimanapun kamu berada, minumlah banyak air hangat karena tubuhmu mudah terserang virus dan rentan terhadap suhu dingin.

Kepada semua orang yang masih mengasihiku setelah mengetahui sisi kelam ini, terima kasih. Itu pasti karena kalian juga telah mengecap betapa indahnya diampuni.

Tuhan mengasihi kita semua! 



95 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 'Allah akan melakukan apapun untuk memenangkan hati ku', pernyataan yang membuat ku bisa berdamai dengan segala patah hati, dengan semua dosa yang pernah ku lakukan.Allah telah membuktikan nya, Dia sudah mati di kayu salib, bukan saja memenangkan hati namun juga menyelamatkan jiwa.

      Delete
    2. Hi de, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca :)
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Gbu.

      Delete
  2. Peluk.....πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—
    Terharu
    Dan
    Bangga

    *semoga dapat giveaway. Tidak pun tak apa hahaha

    ReplyDelete
  3. Kakak leave koment, bukan buat giveaway loh ya. Since, this is the first time, i leave comment on your post. Melihat maya sebahagia ini,seberani ini, udah jauh lebih berharga dari giveaway nya.I do proud of you. It's not easy to admit that we were wrong and we did mistakes. But, God's mercy has strengthened you to post such a precious reminder that "we all are sinner and God's forgiveness is sufficient to us. There was a time, i could see you in a sorrow, but now the rainbow is yet to come. Tulisanmu akan menjadi berkat luar biasa buat orang2 adekku.... We as a reader, might spend 10-15 min to read, but you need to struggle so many times, to post this. Many thanks, dear....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi kak San, terima kasih untuk segalanya ♥

      Delete
    2. Kak maya ini AAKnya sii kak santii yaaaa???

      Delete
  4. Seperti yg kubilang kemarin waktu kakak masih dirawat di rumah sakit karna kecelakaan itu. Salut... karna Tuhan ngasih kepercayaan sama kakak utk mengemban penderitaan seberat itu dan bahagianya sekarang kakak bahkan jadi berkat untukku dan juga orang lain lewat pergumulan dan kemenangan yg kakak alami

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi de, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca :)
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Gbu.

      Delete
  5. Tokoh utama di cerita yang panjang ini adalah Tuhan.

    Ibaratnya ini kayak cerita2 di Alkitab, tapi versi zaman now gitu, walaupun sebenarnya cerita di Alkitab tetap related untuk segala zaman (semoga maksudku dapat dimengerti hahaha) ya tapi itu, bagiku tokoh Utama nya di cerita yang ku baca ini ialah Tuhan. Kalo yg baca cerita ini dari awal sampai akhir pasti mengerti sama yg ku maksud.

    Jadi, Makasih banyak Lady untuk sharing ini. Menurutku ini tulisan terprivasi dan aku salut dirimu berani untuk berbagi. Menurutku kisah seperti ini banyak juga sih terjadi bagi anak2 pelayanan. Tapi jarang ada yang mau berbagi dalam bentuk tulisan di ranah publik begini. Dan, hanya mereka yang membaca sampai akhir yang akan mengerti kenapa aku bilang sudah sangat berani berbagi ttg ini.

    Oia, menurutku ini tulisanmu terpanjang kayaknya dari semua yang ku baca, dan lagi2 kamu berhasil membuat minat baca ku semakin bertambah hahha, mungkin niat menulisku juga (tapi percayalah kalo niat menulis ini hanya hangat2 sekilas aja). Dan menurutku tulisanmu itu selalu dapat dimengerti dengan keunikannya sendiri.

    Well, ini Comment terpanjang ku ya. Tapi memang bukan karna ada giveaway nya sih. Karena memang patut diapresiasi menurutku (Bukan berarti tulisan yg lain gak patut diapresiasi y)

    Dan, ya, ini sungguh jadi berkat May (eh lady), bagaimana Tuhan benar2 mengampuni orang yg serius bertobat, tapi lagi2 Tuhan ingatkan harus siap menerima hukuman dan siap dibentuk.


    *Aku jadi tau sama siapa kw kecelakaan kmrn
    *Trus aku tiba2 mengaitkan cerita ini sama profil pic WA mu yang pernah ku tanyakan beberapa waktu lalu
    *Dan masih banyak pemikiran tiba2 lainnya.

    Oia, aku baca ini sampai menunda makan (tidak patut ditiru hahah) Karna tanggung kurasa kalo dipenggal membacanya.


    Semangat terus Lady.
    Tetap menjadi berkat lewat tulisanmu ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi bang, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca :)
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Gbu.

      Delete
  6. Oia, ada yang kelupaan, aku makin ngefans sama Kak San.. hahahha Kak San, aku padamu kak wkwkwk

    ReplyDelete
  7. Kak,sejujurnya sebagai Kai's yang waktu itu membalas pesannya, aku masih kesal. Masih sangat amat kesal. Tapi melihat kakak yang udah seberani ini, dan sudah sebahagia ini. Akupun ikut senang. Semoga kakak selalu bahagia, dan semoga cepat mendapatkan yang lebih lebih baik :)

    Satu pertanyaan, apa kalau sekarang seseorang merasa dia gak bahagia, itu karena dia merasa dosanya belum diampuni, atau memang belum diampuni? Hehe

    ReplyDelete
  8. May.. Sebagai orang yang pernah jadi salah satu tempat mu bercerita tentang kisah ini, maaf karna pada akhirnya aku tidak melakukan tugasku dengan baik. Maaf karna pada akhirnya aku sibuk dengan diriku sendiri dan melupakanmu. Bahkan ditengah keterpurukanmu saat itu aku gak punya sedikit ruang untuk mengingatmu dlm doaku. Bad friend, huh ?? Aku terlalu sibuk dengan hidupku sendiri. Tapi membaca kisahmu yang kau tuliskan disini, ngasih pelajaran banyak samaku may. Terkhusus untuk jadi perempuan yang kuat, setelah pengampunan itu. Aku sekarang sadar betapa lemahnya aku. Lemah kali may. Dan terlalu gengsi untuk mengakui itu selama ini. Terlalu sombong, sampai2 aku mengandalkan kekuatanku dan pemikiranku sendiri. Aku terlalu bangga samamu may. Serius !! Gak sabar ketemu samamu dan cerita banyak hal may. Nangis2 pun jadi. I do love you may, Org yang seleranya selalu sama denganku. Semoga untuk laki2 gak yaaa.. Haha. Terlalu berat menjadi sainganmu may #candaaaa. #pelukonline

    ReplyDelete
  9. Terharu bacanyaa...
    Semoga kakak selalu bahagia dan Tuhan memberkati😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi de, salam kenal :)
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Dan semoga kita bisa saling mengenal di kehidupan nyata.
      Gbu.

      Delete
  10. Status kak winda membawaku sampai kesini..
    terimakasih utk ceritamu kak may.. aku sebenarnya cukup rajin baca tulisan kakak. Tulisan kakak bener2 jd berkat 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi de, salam kenal :)
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Dan semoga kita bisa saling mengenal di kehidupan nyata.
      Gbu.

      Delete
  11. Dear Maya, aku baru baca tulisan ini, itu pun dari seorang sahabat yg membagikan link blog ini di wa story nya.. Terimakasih sudah menginspirasi yaa.. Tuhan menjagamu.. 😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi kak/bang, salam kenal :)
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Dan semoga kita bisa saling mengenal di kehidupan nyata.
      Gbu.

      Delete
  12. Semangat kak. Semangat dalam menggembalakan kawanan domba yang dipercayakan Allah. Semangat dalam mengerjakan keselamatan kakak, lakukan dengan takut dan gentar kak. God bless you more kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi de, salam kenal :)
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Dan semoga kita bisa saling mengenal di kehidupan nyata.
      Gbu.

      Delete
  13. Cerita kakak sangat menginspirasi dan membuat ku terharu. Terimakasih ya kak untuk cerita nya. Semoga kakak selalu bahagia dan tetap ceria ya kak . Tuhan memberkati ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi de, salam kenal :)
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Dan semoga kita bisa saling mengenal di kehidupan nyata.
      Gbu.

      Delete
  14. I'm so proud of you Kak ���� akhirnya drama2 yg kusaksikan di kehidupan nyata ini berakhir dengan bahagia. Setidaknya aku tahu Kakak bahagia.. Seandainya aku punya foto ketika kakak harus mengalami ini semua dan membandingkannya dengan sekarang, pasti bisa jadi foto 'before-after' (bisa digunakan untuk endorse skincare) ��

    Semua masa sulit yang Kakak alami dulu, bisa menjadi kekuatan kakak sekarang untuk melangkah ke arah yg lebih baik lagi. Mudah2an nantinya laki2 yang bisa memenangkan hati Kakak adalah laki2 yang benar2 layak mendapatkan wanita seperti Kakak ��

    God bless you ❤

    ReplyDelete
  15. Kak may, selama beberapa bulan jadi orang yang selalu memperhatikan dan menunggu tulisan tulisan selanjutnya dari kakak�� tulisan ini akhirnya memberitahukan ending cerita yang pernah kakak singgung sedikit denganku. Aku terharu bacanya huaah�� menambah rasa penasaran dan ga sabar untuk mendengarkan langsung dari kakak ����
    "Allah akan melakukan apapun, benar benar apapun untuk memenangkan hatimu" termasuk suatu hal yang mungkin akan membuat kita menangis dan kesakitan di awal tapi bahagia di akhir kan kak? Terimakasih buat tulisan yang bisa jadi berkat buat orang orang kak. Misalnya, aku. Hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi de :)
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Dan semoga kita bisa segera sharing.
      Tapi ngantri ya hahaha

      Delete
  16. Hey Penulis. Terimakasih telah berbagi cerita, :) sepertinya ada dua momen yang sangat penting yang ingin Tuhan ajarkan kepada kita tentang bertemu dengan seseorang, momen yang pertama adalah momen ketika kita bertemu dengan dia, dan momen kedua adalah ketika kita berhasil menemukan alasan Tuhan mempertemukan kita dengan dia. Terimakasih kepada Tuhan telah mempertemukan kakak dengan dia, karena melalui dia, (dengan proses yang sangat panjang) kakak semakin menyadari besar Cinta-Nya sama kakak. Semoga laki2 itu sudah atau secepatnya menemukan alasan Tuhan mempertemukan dia dengan kakak.

    Kita tidak tau ini akhir cerita atau bahkan awal cerita kakak dengan dia atau dengan tokoh baeu yang akan segera muncul. Tuhan unik memang :) tetap bersiap-siap buat rencana Tuhan selanjutnya ya kak. Semangat.

    Oh iya, sedikit banyaknya cerita ini aku pernah mengalami dengan sudut pandang yang berbeda. :) semoga tulisan ini menjadi inspirasi bagi saudara-saudari kita bahwa " Yeh 33:11 Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik , melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel? " Semoga Tuhan memberkati penulis dan kakak yang membagikan Link tulisan ini di Story WA dan semua yang berperan dalam kurang lebih 30 menit berharga ini, dan juga teman-teman yang membaca comment ini. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, salam kenal :)
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Dan semoga kita bisa saling mengenal di kehidupan nyata.
      Gbu.

      Delete
  17. Kak May!
    Sangat bersyukur membaca ceritamu ini
    "Pengakuan awal pengampunan", itu yang pernah kita bahas di telponan kita sebelumnya, aku masih ingat betul pembahasan kita "ya Tuhan, kami gak punya apa-apa lagi, cuma punya hati yang hancur yang bisa kami persembahkan". sekelak aku membaca post ini, aku membayangkan dirimu sendiri berceloteh dk depanku. Dan itu yang kurindukan.
    Kakak diberkati, dan senantiasa akan diberkati.
    Trimakasih kak Mayaku.
    Segitu gigihnya Tuhan merebut hati kita ya.

    Salam -maggie

    ReplyDelete
  18. Kasih dan Adil. Dia menunjukkan kasih-Nya dengan menyadarkanmu segera menjauh dari orang yg tidak tepat. Lalu atas dasar keadilan-Nya, dia menghukummu lewat beberapa peristiwa yg atas seijin Dia, Untuk menyadarkanmu (kita) bahwa ada satu ruang di dalam hati manusia yg tidak dapat diisi oleh manusia sespesial apapun, hanya Dia!

    Btw, sebelum baca ini aku uda tau ceritanya sebagian wkwkwk

    Oia, aku mau menawarkan bantuan. Kalau dia datang lagi di hidupmu, sebagai dirinya sendiri. Bilang samaku, biar ku bantuin nonjok mukanya di depan matamu!! Hahaha

    Wasm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, salam kenal :)
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Dan semoga kita bisa saling mengenal di kehidupan nyata.
      Gbu.

      Delete
  19. That's amazing story.
    That's amazing brave women.
    Sin and Forgiveness.

    Wowwowowo ceritanya lebih menarik daripada wattpad and drakor, karena melibatkan kehadiran Allah. From this story, mengajarkan kalau semua hal yang kita lakukan terlebih dahulu kita serahkan pada Tuhan pasti ada jalan, sejatuhnya kedalam dosa tangan Tuhan tidak akan melepaskan kita, dibentuknya kita menjadi pribadi yang luar biasa melalui ajarannya yang terkadang diberi dengan kemasan yang tak pernah terduga. Tapi yakinkan semua indah pada waktunya, karna waktu Tuhan bukan waktu kita, Dia akan berikan yang terindah pada waktunya.

    Heheehe aku dapat link blog ini dari gc ukmkp up mipa lohh, makasih lah yang udah mau berbagi, and buat autor salam manja dari saya ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, salam kenal :)
      Waaaah, link-nya menyebar sejauh itu ya πŸ˜‚πŸ˜‚
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Dan semoga kita bisa saling mengenal di kehidupan nyata.
      Gbu.

      Delete
  20. You always be my mak. Selamat mak sudah jatuh cinta sebanyak itu dengan Allah. Kita sepemikiran dalam beberapa hal, apalagi dalam hal 'semua yang terjadi didunia itu, baik atau buruk , berkat atau malapetaka menurut manusia,smuanya terjadi karena kehendak Allah, tapi terkadang manusia mampu seolah2 seperti cenayang utk tiba2 mengambil keputusan, padahal ketika apa yang di ragukan nya berhubungan dengan Allah , seharusnya dia tanya Allah, dan semua hal berhubungan dengan Allah, hehehehe'

    Ku juga sedang jatuh cinta kembali seperti cinta mula2 kepada Allah mak. Karena semua kejadian dan pergumulan dan keresahan.

    Cara Allah memberi seseorang pelajaran memang tak pernah terbayangkan dan semuanya tak pernah terlalu susah atau terlalu mudah, terlalu cepat atau terlalu lama. Semua sesuai, sesuai waktu Tuhan. Aku ga mau tulis di blog mak. I want to tell u personal about this. Tetap lah mak jatuh cinta seperti cinta pada pandangan pertama kepada Allah.

    ~kau sudah tau wanita mana ini ��

    ReplyDelete
  21. Story instagram bg Harif Nepen membawa ku sampai kesini. Salam kenal buat Author nya. Bangga sekali buat kamu yg udah mau berbagi kisah nya. Aku juga punya kisah yg hampir sama dengan kisah kamu.

    "Laki-laki yang pernah kucintai lebih besar daripada cintaku untuk Allah dan diriku sendiri.."
    Ya. Aku pernah ngalamin hal ini. Aku pada akhirnya tau kalau laki2 yg selama ini sangat aku cintai dan percayai ternyata menduakan aku.

    Sedikit berbagi kisah juga ya.
    Aku sama pacarku menjalin hubungan pacaran 5 tahunan lebih. 3 tahun kita pacaran dekat karna sama2 kuliah di usu kemarin, lalu 2 tahun kita ldr karna masing2 punya tempat kerja yang beda. Fyi, aku juga dulu pernah di kmk, tapi ga sampai jadi pkk. Hanya 2 tahun disana :(

    Nah balik lagi ke cerita, aku sama si pacar udah berakhir. Aku pada akhirnya yg mengakhiri hubungan kami. Alasan nya karna aku tau ternyata dia punya perempuan lain 1 kantor nya. Sebenarnya udah mulai curiga dari bulan juli 2018 kemarin. Awalnya aku tau dari teman aku yg di Medan, yg ngasih tau, kalo mereka pernah dilihat jalan. Dan kayak di tulisan kamu ini, si perempuan itu (pacar nya si laki2 yg dekat sama kamu dulu) aku juga ada ngirim pesan buat perempuan yg dekat sama pacarku dulu, utk ga ganggu hubungan kami.. Dan bilang kalo kita pacaran nya udah serius, dan kita akan menikah tahun 2019 ini (karna memang pacarku dulu udah ngomong langsung sama orang tua aku pas datang ke rumah bulan april paskah 2018 lalu utk rencana menikah 2019 ini)

    November - awal desember hubungan kami udah mulai ga enak, karna sering membahas adanya orang ketiga. Dari awal memang hanya feeling aku yg merasa dia dekat sama perempuan lain. Aku belum lihat langsung bukti kedekatan mereka. Tapi 1 hal yg aku minta sama Tuhan, kalo memang hubungan ini dilanjut atau di akhiri, tolong Tuhan supaya ngasih petunjuk untuk hubungan kami.

    14 desember 2018 kemarin aku ke Medan dan sengaja ikut hadir di acara natalan kantor dia. Dan disini Tuhan jawab kegelisahan ku selama ini. Jadi ada ibu 1 kantor dia bilang, "Loh kamu pacar nya si... Bukan nya dia selama ini pacaran ya sama si... (disebut lah nama perempuan itu)".
    Dan petunjuk yg kedua, pas di gereja, sebelum ibadah natal dimulai, aku minjam hp si pacar. Aku ngecek2 hp nya. Banyak kejanggalan2 ku temui. Tapi yg utama adalah, aku melihat foto2 mereka. Ya. Aku lihat kedekatan mereka melalui foto yg aku lihat langsung.

    Betapa sakit dan patah nya hatiku saat itu. Terjawab sudah semuanya.
    Singkat cerita, besok nya aku ajak dia untuk bertemu. Dan sepertinya itu adalah pertemuan terakhir kami tgl 16 desember 2018. Aku bilang semua isi hatiku, aku sampaikan semua kecewa ku, emosiku. Dan aku akhiri hubungan ku sama dia.

    Sakit. Sangat sakit. Pada akhirnya aku melepas orang yg pernah sangat dan sangat aku cintai. Orang yg dulunya aku impikan kelak jadi suami di masa depan ku nanti, orang yg dulunya aku kenal sangat baik tapi berubah jadi orang yg sangat jahat dan akhirnya tega mengkhianati kepercayaan ku.

    Kadang aku ga kuat, aku nanya sama Tuhan, kenapa Tuhan izinkan ini semua terjadi sama aku. Kenapa Tuhan ga jaga hatinya supaya tidak berpaling ke perempuan lain

    Walaupun sampai hari ini kadang air mata masih tiba2 turun kalo ingat masa2 dulu. Apalagi pas baca tulisan kamu ini, May. Salam kenal ya..

    Aku sekarang lagi proses pemulihan hati utk bisa memaafkan dia, perempuan itu, dan diriku sendiri, aku juga harus introspeksi diri.
    Dan pasti nya minta pengampunan sama yg Tuhan.

    Semoga Tuhan segera pulihkan aku.
    God bless

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi kak, naluri membawaku padamu sekalipun kakak berkomentar sebagai anonim. Sampai jumpa suatu saat kak!
      Kita akan saling menguatkan :)

      Delete
  22. Dapat berkat hari ini melalui kisah bersama Allah yang dituangkan dalam tulisan.
    Terimakasih ya
    #mampir_karena_WAstory_Magna

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi kak/bang, salam kenal :)
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Dan semoga kita bisa saling mengenal di kehidupan nyata.
      Gbu.

      Delete
  23. Mayy selama ini aku salah maafin ya :") ternyata tulisannya premiere bukan premier. Iyaa aku sempatkan waktu 5 detikku buat ngecek di Google, penulisan yang sebenarnya, aku gamau terlihat bodoh di blog yang bagus ini hanya karna gatau beda penulisan premiere dengan premier. Anyway, udh pernah mimpiin aku ikut Red Carpet Premiere film Marvel? Entah di negara manapun. Atau doakan lah sekali-kali dibuat premiere film Marvel di Indonesia :") Pernah mimpiin aku enggak datang ke Marvel Studio US atau Disneyland HK. Coba doakan sekali-kali kalau ingat aku (kalau ingat hehehe)
    .
    .
    Sejujurnya baca ceritamu ini aku sedih sih. Kamu yang pernah bilang aku orang pertama yang baca novel karanganmu tentang kalian berdua. Kamu juga yang ngirim rekaman percakapan 1jam kalian berdua. Terus, waktu kemarin Video ultah Vanesa yang buatan Adipati trending di yutub, sekilas aku berpikir kayaknya ini terinspirasi dari Maya. Terus tbtb aku sadar : "Adipati kan gakenal Maya". Terus aku dislike deh videonya, karena aku fans garis keras Iqbale-Vannesa.
    Sampek mana tadi, oiyaa. Aku sadar si aku bukan yg suka basa basi, gapande ngasi solusi pas org curhat. Aku akui. Tp sedih juga dr sekian banyak ceritaku diatas. Kejadian kalian ketemu kembali di -Maya 2017 sampek pisah di -Maya 2018. Aku gadapat info dan cerita utuh. Padahal kita sering nonton berdua loo sampek jauh ke Thamrin. Tapi gapapa laa, aku juga malas menceritakan kisah romantisme ku, karna gada apa-apa.
    .
    .
    Komen diatas rohani semua, aku tidak punya statemen menarik lainnya. Tapi ginila, kayak pepatah waktu anak kecil dulu : "kalau semua jadi dokter, siapa yg jadi Pasien? Siapa yg jd supir grab?
    Kalau semua jadi polisi, siapa yang jualan tiket di 21? Siapalagi yg mau jd Penjahat"
    Cukup sekian dan terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gausah dimimpiin, tahun ini semoga kita bisa pergi ke SG bareng buat lihat premierenya :)

      Delete
    2. kalau ke SG sama kakak ini ajak aku ya kak wkwkkwkwk
      #temannontonbareng

      Delete
  24. Hai Kak May ��
    Terimakasih untuk kesaksiannya..
    Oh iya, saat kakak mulai dengan bahasan tentang perzinahan, aku tertarik krna aku pun punya bagian yg harus terus ku gumulkan mengenai itu sejujurnya.
    Tapi setelah membaca tulisan kakak, aku kembali diingatkan betapa besarnya Kasih Allah bagiku si manusia berdosa.
    Dan akan ada keadilan Allah yg kurasakan.
    Ternyata begitu rupa Allah membentuk kakak.
    Kakak menang banyak deh.
    Hahah
    Anak perempuan terkasih Allah dibentuk sedemikan rupa dengan kasihNya yg besar pada kakak
    Tetap berpetualang bersama Allah dan menjadi berkat melalui tulisan mu ya kakak ❤

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi de, salam kenal :)
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Dan semoga kita bisa saling mengenal di kehidupan nyata.
      Gbu.

      Delete
  25. Kak May, Thankyou utk tulisan yang luar biasa ini
    Yang menguatkan dan memotivasi aku scr pribadi, aku tersadar udah seberapa sering aku mengeluh ttg hal buruk dalam hidupku, mempertanyakan Tuhan yg selalu ngasih cobaan. Tp dengan tulisan kakak, aku tau bahwa emg aku layak krn aku pendosa, cara Tuhan selalu luar biasa menyentuh hati anakNya, Ia akan tegur dengan cara apapun untuk membalikkan hati kita yg sesat (kalau kata mamakku, Tuhan mampu membolak-balekkan hati manusia). semoga Tuhan selalu menyertai kakak biar terus menulis kaya gini ya kak hehehe
    -Astria Cantik -

    ReplyDelete
  26. Inspiring story...
    Membuat hatiku tergerak untuk intropeksi diri.
    Aku sendiri pun seorang pendosa yg tak mampu memaafkan diri sendiri atas kesalahan besar yg kulakukan dimasa lalu dan menganggap diriku tak layak untuk diampuni siapapun termasuk Tuhan. Semua itu sulit kuhadapi karna ingatan buruk itu terus membayang-bayangi diriku dan membuatku semakin tersiksa.
    "Allah akan melakukan apapun untuk memenangkan hatiku"
    Tapi yg kuanggap diotak kecil ku ini adalah aku tak pantas dimenangkan oleh Nya. Bodoh ya?hehe. Tulisan ini boleh menjadi inspirasiku untuk menjalin kembali hubungan pribadiku denganNya, bergumul denganNya, meminta pengampunan untuk keterbatasan yg kubuat sendiri, aku ingin berdamai denganNya dan dengan hatiku sendiri. Aku ingin berjuang.
    Terimakasih untuk tulisan yg penuh perjuangan, pengorbanan dan cinta ini. Sungguh membawa berkat banyak bagi orang. Tuhan memberkati:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi kak/bang, salam kenal :)
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Dan semoga kita bisa saling mengenal di kehidupan nyata.
      Gbu.

      Delete
  27. Terinspirasi bgt dari pengalaman kakak bersama Tuhan, 'kakak perempuan berhati baja kok, kuat, malahan sangat kuat'. Dan sumber kekuatan kakak itu pasti berasal dari penyerahan diri kakak yg mendalam kepada Sang Sutradara kehidupan kita, yaitu Allah.����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi de, salam kenal :)

      Sejak 14 September 2018, siang hari di toilet kantor (kakak sampai hapal banget loo momen Tuhan menjawab doa-doa kakak itu), kakak telah berdamai dengan pernyataan 'bukan perempuan berhati baja' yang dulu sangat menyakitkan di telinga kakak.
      Bahkan sekarang kakak bangga dengan kenyataan itu.
      Alasannya?
      Kapan-kapan kakak diceritakan di postingan lainnya ya hehehe
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Dan semoga kita bisa saling mengenal di kehidupan nyata.
      Gbu.

      Delete
  28. Salutt kak......
    Sebagai adek trainer kakak aku terharu/bangga/salut dengan keterbukaan kaka
    Dan keberanian kaka
    Semakin berpengalaman dalam Tuhan kak
    Jadi pengen baca tulisan sebelumnya kak������
    Dang tertarik buat tulisan selanjutnya...

    Semangat menggembalakan kak
    Dan jadilah berkat.��
    Semangat kakak trainer mc yg kece badai.. Wkwkwk
    Nanti aku minta link tulisan sebelumnya sma kaka ya����


    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi de :)
      Wahahahaha
      Semoga keterbukaan dan keberanian kakak jadi teladan untukmu ketika sudah diutus menjadi MC nanti ya :)
      Gbu.

      Delete
  29. Bersyukur akhirnya seperti ini..
    Maya tahu kalau Maya berharga buat Tuhan..Tuhan sediakan pria terbaik buat Maya.aminn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kaaaaaak, I don't know what to say.
      Terima kasih sudah menemaniku nangis-nangis di banyak tempat karena dilema tak berujung itu.
      Hahahaa
      I love you kak, I thank God for knowing you in my life ❤

      Delete
  30. Kisah ini ga mengurangi kasihku pd mu nang. Dan juga ga membuatku terkejut, yg ku kagumi adlh kau mau membukanya pd dunia. Aku kagum. Aku jg tipe org yg begitu, dosa ku hrs ku buka spy itu bnr2 selesai dan tdk mengintimidasiku. Dan luarbiasa cara Tuhan menyatakan pengampunanNya pd mu, yg jg kau responi dgn sgt2 luarbiasa.
    Pengalaman yg berharga dan kau brpengalaman dgn Tuhan byk skli dr peristiwa itu.
    Kau sudah ebrtumbuh banyak dari hal ini.

    Pokoknya keren lah.
    Kau bisa membantu org juga utk menyelesaikan dosanya, menyadari kasih dan pengampunan Tuhan yg luarbiasa dan tuntas, berdamai dgn kelemahan diri dan dgn org yang pernah menyakitinya, dan terbuka akan dosa juga kpd org lain.

    Btw kita tetap jadi duduk ya kapan2 bahas hal lainnya lagi.


    -you know me-

    ReplyDelete
  31. Hai kak, aku dapat cerita inj dari PKK ku. Sangat memberkati kak, jujur aku terharu. Terima kasih sudah mau berbagi. Aku juga ingin jadi wanita kuat yang Tuhan bentuk sedemikian rupa. Salam kasih dariku��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi de, salam kenal :)
      Adiknya Cinthia ya?
      Hehe
      Semangat untuk pelayanannya di UKM setahun ke depan, Tuhan pimpin langkahmu ya de :)

      Delete
  32. Aku menghabiskan waktu sekitar 30 menit dan menghentikan aktivitasku sejenak demi membaca tulisan ini... Dan lihat apa yg kudapat.. Aku belajar banyak hal. Aku mengunakan 30 menitku dengan hal yg mengubah pola pikirku dalam track yg benar..
    Terus menjadi berkat lewat tulisan2mu ini yaa kak.. Aku fans mu hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi de, salam kenal :)
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Dan semoga kita bisa saling mengenal di kehidupan nyata.
      Gbu.

      Delete
  33. Sulit, sangat sulit untuk menjadi orang yang benar2 jujur kepada diri sendiri dan orang lain.menginspirasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi de/bang, salam kenal :)
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Dan semoga kita bisa saling mengenal di kehidupan nyata.
      Gbu.

      Delete
  34. Terimakasih telah menulis cerita ini kak, kita tidak saling mengenal kak tapi melalui tulisan kakak ini sangat banyak manfaatnya untuk aku, sangat banyak pembelajaran yang bisa aku dapat, Tuhan memberkati :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi de, salam kenal :)
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Dan semoga kita bisa saling mengenal di kehidupan nyata.
      Gbu.

      Delete
  35. Tetap jadi berkat melalui tulisan tulisanmu kak May! Terima kasih sejauh ini banyak hal yg udh diajarin dari tulisan kak maya. The Lord love you, so do i.


    -151401116

    ReplyDelete
  36. Maya wanita beruntung
    Gak semua anak dipercayakan pengalaman hidup seperti ini
    Memalukan, iya.
    Tapi ajaib mampu memberkati banyak orang
    Karena ada kemenangan dari drama diatas.
    Semoga maya selalu bahagia, diberkati dan tahan uji.
    Kalo dia datang untuk 1 kesempatan lagi sebagai diri sendiri ditambah kemasan yg sangat meyakinkan.
    Jangan tertipu
    Sudah cukup drama diatas jgn dibumbui lagi

    Refleksi :
    Kalau aku yg jd maya, belum tentu aku seberani ini.
    Love you may
    Btw bagus sekali sebutan nama mu dek 'May 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi kak Des, apa kabar? :)
      Whoaa, kisahnya sampai di Ibukota ya hehehe
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya kak.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untuk kakak melalui tulisan ini.

      Kak, sebenarnya aku nggak ngerti maksudnya "bagus sekali sebutan nama mu dek 'May"

      Delete
  37. Terimakasih kak may untuk tulisan nya , aku sangat terharu dan aku bersyukur.
    Tuhan memberkati kak maya selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi de, salam kenal :)
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Dan semoga kita bisa saling mengenal di kehidupan nyata.
      Gbu.

      Delete
  38. Perempuan dekil, kampungan, nggak tau malu!!
    Malu kak malu!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi de, salam kenal :)
      Semoga kamu bisa merasakan enaknya diampuni ya supaya nggak julid lagi hehehe

      Delete
    2. Yaelah si anying masih aja-_- kau malu komen di blog orang pake anonymous-_- pake nama aslilah bangke

      Delete
    3. Dear Anonymous...
      Biar ku bantu dikau menghitung brpa lama dikau menikmati hotel prodeo...
      1.UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik) Pasal 45 ayat 1 dan Pasal 27 ayat 3, dapat diancam hukuman pidana 6 tahun,"
      2.body shaming tersebut secara verbal, langsung ditujukan kepada seseorang, dikenakan Pasal 310 KUHP denagn ancaman hukumannya 9 bulan.
      3.Kemudian (body shaming yang langsung ditujukan kepada korban) dilakukan secara tertulis dalam bentuk narasi, melalui transmisi di media sosial, dikenakan Pasal 311 KUHP. Hukuman 4 tahun.
      Jdilah netijen yg bijak, baik dan bermartabat. 😊

      Delete
  39. Dari kemarin udah mau baca tapi ntah kenapa ada aja yang membuatnya gak jadi.
    Dan hari ini jam makan siang aku sempatkan untuk membaca tulisanmu kak May. ��
    Pernah ngalamin hal serupa dan di posisi yang sama di masa lalu, dan sudah lumayan lama dan udah berdamai juga. Puji Tuhan.
    Tapi tidak seberani kakak untuk membagikannya ke orang lain.
    Thank you akak untuk tulisannya yang sangat memberkati dan menginspirasi.
    Tulisan kakak semakin menguatkanku dan mengispirasi aku untuk semakin intim dengan-Nya.

    God bless you kak May ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi de :)
      Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang sangat panjang ini ya.
      Semoga Allah menyatakan sesuatu yang bersifat pribadi untukmu melalui tulisan ini.
      Gbu.

      Delete
  40. 1. Melihat detailnya kejadian dan waktu yang disampaikan, menunjukkan setiap moment betul-betul berbekas utk penulis.
    2. Ini postingan paling panjang dan quote paling banyak, serta peningkatan gaya penulisan yg semakin baik. Mungkin penulis bakal terbitkan sebuah buku. Hahaha
    3. Mengingat penulis yang sebenarnya cukup tertutup utk bercerita ke orang-orang, postingan ini sebagai deklarasi kemenangan iman yang luar biasa.
    4. Semoga tidak ada 'cap' buruk yang melekat pada ketiga tokoh utama, karena penghakiman bukan bagian kita manusia. Semoga semuanya bertumbuh dari kejadian ini.

    ReplyDelete
  41. ceritamu memang selalu punya karakter, dak. Walaupun udah dengar ceritanya tp membacanya tetap bikin ku tertampar (yg jg mengingini milik orang lain ;)) Kw memang selalu menang banyak. Bisa merasakan kedekatan dan pengampunan seeeedalam dan sepenuh itu :’))) you are blessed dak. ❤️

    ReplyDelete
  42. Ya,tepatnya jam 22:00 saya baru bisa membacanya karna disitu baru ada ketenangan, dan untuk kesekian kalinya kamu membuat saya menangis dengan kerendahan hatimu, semoga tulisan-tulisanmu bermanfaat untuk Kemulian Nama Tuhan, oh iya saya akan ingat dgn kata2 ini"Allah akan melakukan apapun, benar-benar apapun untuk memenangkan hatimu"
    I pround of you 😍

    ReplyDelete
  43. God is within you, you will not fall, Kak May. Stay blessed❤

    ReplyDelete
  44. As you know, this story was a very cathartic experience for me, as the bits and pieces of stories you shared with me finally come full circle , like the satisfying ending to a great book:v
    I'm happy that now you can *kinda* poke fun at it with me, where before you can't, and i'm happy you kept those memories inside you, well and framed.
    As a whole, i hope this is your cathartic triumph and a beginning for your new chapter kak! Thanks for sharing a new side of you, so that we can love you more! And proves that God loves us most!
    "If you married someone, that means you love every side of your significant other that you already know. So if you find a new side after to love, doesn't that mean you'll love your partner even more?" - Kirito (Sword Art Online)

    ReplyDelete
    Replies
    1. I do like the fact that now we can talk about it in a very easy way, the time everytime you drive me home and we went through the places that me and him visited before then I will start saying, "Eh dulu kakak sering kesini loo sama Abang itu bla bla bla"
      Hahahhaha
      now you can listen to the whole story, not only the pieces and being confused, "is this the same guy with the latest story?" ahahahha
      thank you for loving me even more de :)

      Delete
  45. Eh may... Kalaubaku menyebut pria kayak gitu pria busuk, pria yang tak bertanggung jawab may, klo kau berkenan sebut namanya, nomor hpnya, lalu alamat rumahnya. Aku sungguh ingi mengenalnya. Hahahhaa

    Hai pria yang jahat disana, aku sungguh ingin mengenalmu, ada yg ingin kusampaikan padamu "hei kamu, ya kamu yang jahat disana, bertobatlah dan berobatlah".

    Salam hater pria busuk,😏

    ReplyDelete