Friday, 13 July 2018

Day #19

Ini hari ke-duapuluh lima semenjak kejadian.
Aku udah capek latihan.
Capek kesakitan.
Capek sakit.
Capek kurang tidur.
Capek menjerit-jerit tiap harinya karena dipijit.

Makin latihan rasanya seluruh tubuh makin sakit.
Tiap kali lihat cermin pas belajar jalan, udah sakit tiap kali melangkahkan kaki, belum bisa ngangkat kaki sendiri, pincang, kadang mau nangis sendiri dalam hati,
"Ya Tuhan apa aku bisa jalan normal lagi?
Aku masih muda, aku masih punya banyak impian😭😭"

*Ok I start to cry again..*

Aku rindu rasanya tidur nyenyak.
Rindu lepas dari bayang-bayang mimpi buruk kejadian itu dan segala sesuatu yang mengikuti di belakangnya.
Aku rindu rasanya kecapekan pulang kerja, mandi, kemudian jalan-jalan sampai tengah malam, kegiatan dini hari, kemudian tertidur lelap karena kelelahan dalam keadaan bahagia.
Aku rindu rasanya masa-masa dimana aku selalu berhasil menggambar peta di bantal berpenakan air liurku karena tidurku begitu lelap.
Ini hari ke-duapuluh lima aku tidak bisa tidur sebagaimana seharusnya.
Selalu terbangun setiap saat kemudian membuang-buang waktu dengan menulis, mengkhayal, atau sekedar meratapi keadaan dan terus mencoba berdamai dengannya.
Ini hari ke-duapuluh lima aku dihantui mimpi buruk setiap malamnya, yang juga bahkan menghampiri ketika aku mencoba tidur di siang hari.
Aku pikir sesuatu semacam ini hanya ada di novel atau film, ternyata memang mungkin terjadi, terjadi padaku malah.
Sampai kapan?

Aku ingin sembuh.
Aku rindu kantor, rindu bekerja, bahkan gilanya rindu dengan bully-an yang setiap hari kuterima.
Aku rindu menunggu jemputan di halte di depan kantor, atau sekedar kegilaan karena deadline projects yang berdekatan.

Aku ingin sembuh.
Aku rindu kamar tidurku.
Tempat paling nyaman yang bisa dituju setelah perjalanan melelahkan dari manapun itu.
Tempat yang lebih nyaman dibanding kamar hotel Chancellor di Orchard Road.
Aku rindu kamarku,
dan semua yang pernah terjadi di dalamnya.

Aku rindu tidur nyenyak.
Rindu sekali.
Rindu tidur nyenyak dalam perasaan bahagia.
Meringkuk seperti bayi dalam pose tidur terbaik yang sering membuat orang rumah berkata,
"Kak Maya cantik kali kalau lagi tidur. Anggun."

Aku rindu tidur nyenyak.
Tidak mendamba lelap seperti ini.

0 komentar:

Post a comment