Thursday, 5 July 2018

Day #12 (2)

Ranti sedang bertelepon dengan temannya saat aku menuliskan ini.
Mereka bercerita tentang rencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sembari dia bertelepon aku bertanya lagi pertanyaanku tadi siang.
"Ran, kau yakin mau kuliah disitu? Aku takut kau nyesal. Nanti kaya' aku, selama kuliah ga menikmati. Sampe kerja juga nangis-nangis 9 bulan karena itu bukan passion ku. Sebelum terlambat de."
"Udah kudoakan."
"Jawabannya?"
"Memang itu."
"Kau yakin?"
"Semua hal memang membuatku yakin itu jawaban doaku."

And I was so,
Touched.
Ada banyak keadaan dimana aku minta Ranti berdoa untukku.
Entah kenapa kalo aku lagi sedih, aku nyaman cerita ke dia.
Responnya bisa lebih dewasa daripada aku pada beberapa kesempatan.
Dan aku punya keyakinan Tuhan mendengar doa-doanya, sama seperti aku yakin Tuhan mendengar doa-doaku.
Dan ketika hari ini dia ngomong dia yakin mau kuliah disitu, dengan alasan semacam itu, aku rasanya, aaaah.
Tiba-tiba air mataku mengalir deras.
Mamak ga pernah secara gamblang mengajarkan bahwa perempuan harus bisa menjadi tiang doa bagi keluarganya, tapi entah bagaimana Tuhan secara luar biasa mendidik anak-anak perempuan di keluarga kami untuk menjadi pendoa.

Aku bangga samamu, dek.
Kau akan jadi perempuan hebat untuk suami dan anak-anakmu kelak :')

1 comment:

  1. Samaaaa....
    Aku kuliah bkan krna passionku.
    Aku kuliah di jurusannn aku bngung sbnarnya ini tuntutan siapa antara orang tuaku, tentorku, dan hasil tryoutku. Wkkwkwk
    Ya itulah dan gtulah. Smpai saat ini aku krja bkan passionku tapi sudah mulai ku nimati dan mnanamkan pola pikir bahwa passion itu sebnarnya adalah caramu mncintai dan mmperjuangkan apa yg kau krjakan saat ini. Klo ko udh mncintainya maka udh passionmulah itu ndang. Wkkwk😂
    Gtulah aku mnghibur diri utk krja yg sbnarnya bkan kesenanganku wkkw 😂😂

    ReplyDelete