Monday, 4 December 2017

[Random Story] : Recovering...

Hallo, apa kabar?
:)
It's been a while since the last time I shared my latest update with you.
Lately I prefer to share my feeling about something on a story feature of my social media instead of writing here.
It is much much simpler.

Ngomong-ngomong, lately Medan terus-terusan hujan ya.
Hujannya udah kelewatan nih.
I used to like rain, but somehow I feel scared about it.
I feel like it has a chance to be a disaster if it comes harder and harder.
Kemaren aku berteduh beberapa jam di depan Indomaret seberang sumber karena hujannya terlalu deras.
Sedihnya aku ga punya cash saat itu :')
And you know what?
Sangkin pengennya sama Cimory aku beraniin diri buat masuk ke dalam terus tanya sama penjaganya, "Mas, bisa bayar pakai debit ga? Saya ga ada cash.."
Terus pas aku udah jadi beli Cimory-nya, aku berteduh di luar lagi.
Pas itu aku liat seseorang.
Aku shock setengah mati pas lihat dia.
Kulihat plat motornya.
Beda.
Apa dia ganti motor?
Ah ga mungkin.
Aku lirik pas dia buka helm.
Ternyata bukan.
Aaaa, thank God.
I thought he was my ex.
Aku udah takut duluan.
Haha.
Maybe I am wrong, tapi aku memang gitu orangnya.
When I totally forgot someone, lose all my feeling for him, he turns back to be a stranger for me, and absolutely, I will be very uncomfortable about it.
So I really wish, I won't meet someone I've forgotten anymore.
Mungkin karena hujannya deras ya.
I can't remember much thing about our relationship, even though I'm very sure that we've created quite a lot of good memories when we were together.
It was my fault for not remembering anything.
Haha.
Tapi satu hal yang paling kuingat adalah, hubungan kami dekat dengan hujan.
Rasanya tiap kali jalan sama dia pasti hujan.
Walaupun dulu seminggu bisa ketemuan 3-4 kali, rasanya selalu hujan.
Waktu masih pdkt, jadian pas hujan, waktu kita putus juga hujan.
Hujannya berhenti pas kita masih sering jalan walau udah putus.
Maybe that's why I used to like rain.
But now I'm not, since I don't have any care about him anymore as well.
Mungkin ini kejam, but I treat everyone that way.
Once I forgot, I couldn't find my way back.
Sedekat apapun kita, I just can't.

Oh ya, aku rindu Singapore.
Rindu tanah basah karena embun dan suasana lembab sehabis hujan di Singapore.
Disana, hujan masih memberi ruang untuk dinikmati keindahannya.
Aku juga rindu ritme hidup disana.
Ritme yang cepat dan tetap, ritme yang menuntut kita untuk mengabaikan semua hal yang tidak terlalu penting dan mengisi ruang itu dengan hal-hal yang akan meningkatkan profesionalitas kita.

Aku juga ingin menikah.
Ya mungkin bukan sekarang, mungkin 6 atau 7 tahun lagi.
Tiba-tiba aku ingin menikah dengan seorang programmer.
Haha.
Nggaklah.
Kan ga lucu kami sama-sama programmer.
Anak kami nanti jadi apa?
-_-
Seseorang yang tsundere, kaku, tidak punya pengalaman soal cinta, sulit mengutarakan perasaannya, tapi seseorang yang menaruh komitmen dalam tiap perkataan yang diutarakan dengan sangat hati-hati dan penuh pertimbangan.
Dengannya nanti, aku ingin bisa mengungkapkan sedalam-dalamnya perasaanku untuknya dalam kejujuran.
Dia harus tau betapa berharganya dia, sampai aku harus membayar harga dengan menelan banyak sekali kekecewaan demi sebuah pertemuan dengannya.
Menurutku, pernikahan yang didasari oleh cinta dan diisi dengan kebahagiaan adalah sebuah bentuk keajaiban.
Dan setelah kurenungkan berulang kali, aku ga ingin kehilangan kesempatan untuk mengalami keajaiban itu hanya karena seseorang telah begitu mengecewakanku.

Ngomong-ngomong, aku menuliskan ini karena aku lagi nunggu laptopku untuk ngescan semua data di drive D yang tiba-tiba terhapus total entah kenapa.
Butuh waktu sejam untuk sekedar memindai, apalagi recovery datanya nanti.
Aku cuma berharap semoga data-data pentingku bisa kembali utuh.
Semua file yang berkaitan sama kerjaan ada disana.
File drama Korea juga :(

Nah, aku udah capek ngetik.
Scannya belum kelar juga :(

0 komentar:

Post a comment