Saturday, 25 November 2017

[Perenungan] : Jatuh Cinta Sebelum Bertemu

“Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu..”
 1 Samuel 12 : 23a

Hallo, how do you do?
I do miss you.
It’s been a while since my last public post, are you kinda miss me?
I hope so.
Hahaha.

Hari ini aku mau cerita tentang satu hal unik, penting, tapi mungkin jarang dialami sama banyak orang; jatuh cinta sebelum bertemu.
Pernah ga sih kamu ngerasa jatuh cinta sama seseorang, padahal kalian belum pernah ketemu sama sekali?
Or maybe you have, but you still don’t have any idea that he/she is the one.
Nope nope.
I’m not talking about a mom that has been in love with her kid even before she gave birth.
Karena itu udah biasa.
Hampir semua Ibu udah jatuh cinta sama anaknya bahkan sebelum mereka ketemu, sebelum anak itu lahir, just like how my Mom feels about me. How I know? Karena Mamak juga suka nulis, dan aku pernah baca tulisan-tulisannya selagi dia mengandung aku. Eh btw, kaya’nya aku suka share something about my feeling by writing itu turunnya dari Mamak yaa :D

Also, I’m not talking about a fangirl who has been in love with her bias even though she never met him before, or watched his concert.
Nggak, sama sekali enggak.

Aku beneran lagi cerita tentang sebuah perasaan jatuh cinta yang kita rasakan untuk seorang lawan jenis, bahkan sebelum kita kenal sama dia.

Can’t you imagine that?
Does it make any sense?
Mungkin kesannya ga masuk akal ya.
Sedangkan jatuh cinta sama seseorang yang udah sering ketemu aja susah, apalagi yang ga pernah kenal sama sekali.
Aku juga ga terlalu paham soal jatuh cinta or something related to love story, since I never felt it before. Aku sama sekali belum pernah jatuh cinta sama lawan jenis, jadi aku juga ga paham-paham betul jatuh cinta itu apa. Hahahaha. Btw, pasti kamu yang baca ini banyak yang mikir, “Ah, bohong, mana mungkin umur udah 21 tapi belum pernah jatuh cinta bla bla bla..” atau berbagai bentuk hujatan lainnya (hakhak), tapi memang itu kenyataannya. Terimalah. Hahahaha.
Haaa, konsepku tentang jatuh cinta itu apa, nanti bakalan kujelaskan di postingan lain aja ya :)


Nah, coba sekarang kamu tutup mata.
Bayangkan kalau di depan sana ada sesosok lawan jenis.
Kalian berjalan saling mendekat, tapi kamu masih belum bisa liat wajahnya.
Dia ngomong dari jauh, “Hallo, aku teman hidup kamu dari masa depan..”
Kamu yang selama ini penasaran siapa yang akan jadi teman hidup kamu di masa depan, berjalan makin cepat ke arah dia buat lihat orangnya siapa.
But then after you’re close enough with him/her, you still can’t see the face.
(sekarang jatuhnya jadi horror ya, kaya’ keluarga tak kasat mata gitu hahaha)
Dia bilang, “Kita akan ketemu di masa depan, kamu jaga diri yang baik ya sampai hari itu tiba..”
Terus tiba-tiba dia menghilang gitu aja.

Nah, sekarang kamu buka mata.
What do you feel about his/her words?
Saat dia nyuruh kamu jaga diri, kira-kira maksudnya apa?
Kira-kira kamu bakal ngelakuin apa?

If it’s me, I will pray for him, even though I don’t know the person yet.
Dan itu yang udah kulakuin.
Berdoa untuk teman hidupku di masa depan, yang belum kukenal itu.
Mungkin rasanya agak aneh, mendoakan seseorang tapi nggak tahu orangnya siapa.
But trust me, when you start, you won’t stop, just like how I feel right now.
It is so fun, hhhmm, and challenging.

Mungkin kamu bisa mulai dari hal-hal sederhana.
Misalnya, “Tuhan, kalau teman hidupku itu saat ini sedang menjalin kasih dengan orang lain, ajarlah dia untuk bertindak bijak dan benar, terutama dalam menjalin keintiman tanpa menodai kekudusan dalam sebuah hubungan.”
Kamu pasti ga sanggup ngebayangin kalau teman hidupmu di masa depan udah biasa mencium atau dicium sama pacar-pacar terdahulunya kan?
And then when the two of you kiss in the future, she/he will think about another man/woman sambil mikir, “Enakan ciuman sama mantanku..”
Whoaaaaa!!!!
Ngebayanginnya aja udah buat aku sesak nafas hahaha
Tapi coba bayangin setelah kalian menikah, kalian berciuman, then she/he says, “I don’t know that kissing is as sweet as this, since you are my first..”
Whoaaaa!!!
Ngebayangin itu sambil nulis ini aja aku udah senyum-senyum bodoh, apalagi kalo udah jadi kenyataan :’)
That’s why, penting bagi kita berdoa bagi teman hidup kita di masa depan agar dia bisa menjaga dirinya, hatinya, tubuhnya dengan baik, tidak menanamkan akar pahit di hati seorang perempuan/laki-laki lain sebelum bertemu dengan kita.

Contoh lain misalnya, berdoalah supaya dia diberikan hikmat dalam setiap pengambilan keputusan yang dia harus lakukan tiap-tiap harinya. Berdoa agar dia tidak membuat keputusan-keputusan yang akan membawa penyesalan baginya di masa depan. Supaya ketika dia melihat ke masa lalu, dia bisa dengan bangga berkata, ‘Tuhan telah menjadi Pemimpinku dalam mengambil keputusan-keputusan ini..”

Dan yang lainnya.
You can talk about EVERYTHING with God.
Gausah malu mengutarakan apapun yang kamu harapkan tentang si dia kepada Dia.
Kamu bisa minta apapun, sesuka hati kamu, tapi ingat untuk tetap mencari tahu, is this God’s will?

Dan satu hal penting lainnya; bertindaklah seperti apa yang kamu harapkan.
Who can guarantee that the one beside you right now will be the one who stand with you on the altar in the future?
Kamu bisa jamin 100% kalau pacar kamu sekarang bakalan jadi jodoh kamu di masa depan?
If you can, then go ahead.
Tapi aku ada di golongan orang yang percaya bahwa manusia mudah sekali keliru dengan perasaannya sendiri, apalagi jika dikaitkan dengan kehendak Tuhan.
Coba ingat-ingat dulu waktu masih saling berdoa sebelum berpacaran, Tuhan yang pimpin untuk lanjut atau perasaan yang pimpin?
Unfortunately, mostly, the feeling guides you the most.

Kalau kamu berharap jodoh kamu nggak mau ‘digerayangi’ atau ‘menggerayangi’ siapapun, ya kamu juga jangan berani-beraninya mau ‘digerayangi’ atau ‘menggerayangi’ siapapun.
Kalau kamu berharap jodoh kamu rajin berdoa, ya kamu juga harus rajin berdoa, juga berdoa buat dia.
Aku sama sekali ga memandang rendah kamu yang, mungkin, pernah sedikit lari dari jalur kudus dalam sebuah hubungan. Aku seutuhnya mengerti bahwa mungkin saat itu kita belum tau bahwa itu dosa. But now after we know, we shouldn’t do it anymore, right?
We are sinners, and we are forgiven by God.
Asalkan kamu bertobat, dosamu itu, dan yang lainnya juga, telah diampuni.
Dan ingat, jangan diulangi lagi.

Jadiiiiiii, jangan hanya memfokuskan diri untuk berdoa bagi siapapun yang sedang bersamamu saat ini. Kalau memang benar dia orangnya, syukurlah :)
Tapi jangan pula enggan berdoa bagi teman hidupmu dimasa depan. Berdoalah bagi dia yang mungkin belum kau kenal, dia yang tidak hanya akan bersamamu saat ini, tapi sampai maut memisahkan kalian.



Akan sangat menyenangkan dan melegakan rasanya jika di masa depan kami berdua saling bertatapan, lalu dengan sebuah kebanggaan, perasaan tidak menyesal, dan tanpa keraguan aku bisa berkata kepadanya,




“Aku telah jatuh cinta kepadamu, jauh sebelum kita bertemu. Dan sejak saat itu, aku tidak berhenti mendoakan kamu.”

1 comment: