Tuesday, 3 October 2017

[Movie Review or Random Story] : Temperature of Love



Dramanya bagus.
Banyak yang suka sama review yang udah kubuat.
Aku juga udah janji bakalan terus nonton sampai episode terakhir.
Tapi entahlah, rasanya aku ga bisa menyanggupi janji itu.
Rasanya aku udah mati rasa tiap nonton drama bergenre romance.
Mungkin ini aneh.
Hidupku belakangan ini rasanya dataaar kali.
Aku gabisa excited lagi setelah episode 9 dan 10.
Bukan salah dramanya, bukan.
Pasti salah di akunya.

Aku entahlah.
Mungkin aku udah berhenti mempercayai kebahagiaan yang berasal dari cinta sebelum aku menyadarinya.
Entah sejak kapan tepatnya.
Entah sejak kapan aku merasa bahwa cinta rasanya terlalu murahan untuk jadi alasan menjalani masa depan bersama seseorang.
Entah sejak kapan aku merasa bahwa cinta ga akan bisa membawa kebahagiaan.
Kalaupun iya, pastilah semu atau sebentar saja.
Rasanya terlalu bodoh, menghabiskan waktumu untuk memikirkan perkara cinta.
Sesuatu yang mutlak berujung luka.
Pada akhirnya setiap cinta akan pergi meninggalkanmu, entah cepat atau lambat.
Entah sebelum atau sesudah kematian.
Cinta akan pergi, meninggalkanmu sendiri dalam bayang sepi.
Dalam penantian panjang.
Dalam kisah sedih tak berujung.


Oh ya, Wiwik lulus.
Doaku tadi pagi langsung dikabulkan.
Selamat ya dak :')
Satu lagi cintaku telah pergi.
Ya, pada akhirnya setiap cinta akan pergi meninggalkanku, entah cepat atau lambat.

0 komentar:

Post a comment