Thursday, 6 July 2017

The End of Me

Pertama kali dipublikasikan di LiveJournal.com pada tanggal 25 April 2017


"
Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku."
-Lukas 14 : 26


Hello blessed people! :)
Aku lagi bosan and sadly I have nothing to do for the next couple days.
Our big boss is still on a business trip in China 
dan sejak minggu lalu sebenarnya aku ga punya kerjaan banyak-banyak kali.
Kenapa?
Karena WPES phase 2 sprint 2 udah kelar sejak minggu lalu dan aku cuma bisa nunggu-nunggu jadwal demo sama user untuk bisa ngelanjut ngerjain sprint 3. Thank God for giving me such a good mentor like Wong, we did a lot of things faster, together. See you on May, senpai! :)

Preparation untuk bunga sidang Utin juga udah kelar kukerjain, tinggal dirangkai aja ntar malam di rumah (berhubung aku ga bawa glue gunnya ke kantor). Jadi untuk mengisi waktu luang dengan hal yang berguna, aku memutuskan untuk menuliskan beberapa kutipan favoritku dari buku Kyle Idleman berjudul The End of Me. Btw untuk yang belum tau, sebelumnya aku juga udah pernah posting kutipan dari bukunya berjudul Gods at War yaaa. Kalo mau baca klik disini.

Sederhananya buku ini membahas tentang apakah engkau sudah menempatkan Allah di atas segala sesuatunya, termasuk nyawamu sendiri? Apakah kehendak-Nya sudah mengatasi segala keinginan yang timbul dari dalam hatimu? Apakah kau sudah seutuhnya tunduk kepada Dia, Sang Penguasa dan Penakluk alam semesta? Ataukah, kau hanya merasa demikian padahal sebenarnya tidak?

Check these out!



Chapter : Kata Pengantar

"Seringkali kita hanya menjalani hidup dengan cara yang kita rasa benar."

"Berkat diawali dan pemenuhan ditemukan di tempat-tempat yang paling tidak kita sangka. Yaitu, di akhir dari keakuan diri kita."


Chapter : Dihancurkan Supaya Dijadikan Utuh

"Inilah alasan mengapa orang-orang di zaman kita telah menjadi ahli ilusi, karena kita tidak sadar bahwa satu-satunya solusi bagi kerusakan kita adalah... hancur hati."

"Hancur hati adalah kita menyadari bahwa kita rusak. Kita mengerti dan menerima sepenuhnya bahwa kita bangkrut, miskin di hadapan Allah, dan tidak punya apapun yang berharga untuk kita persembahkan."
"Allah memungut yang terabaikan, yang diremehkan, yang ditinggalkan, yang tersisih, yang rusak, dan yang hancur, lalu Ia melakukan satu-satunya hal yang hanya Dia yang bisa melakukannya. Allah rindu menjadikan yang hancur kembali utuh."
"Sungguh gambaran yang indah, dimana Allah duduk di depan meja pengolah tanah liat sambil melihat ke bentukan tanah liat yang sudah rusak, tapi menolak untuk membuangnya."
"Pertanyaannya adalah, apakah kita bersedia membuka diri atau tidak?"

Chapter : Berdukacita Supaya Berbahagia
"Mungkin kita sudah terlalu lama menghabiskan hidup dengan melihat sesuatu secara terbalik. Memang kedengaran gila, tapi pertimbangkan kemungkinan ini: bahwa seluruh dunia sudah gila dan Yesus-lah yang benar."
"Berkat tidak bergantung pada apa yang terjadi di luar. Berkat bersumber pada apa yang terjadi di dalam dan memang ada berkat yang hanya bisa ditemukan lewat tumpahnya air mata."
"Tanpa penderitaan kita tidak akan mengalami penghiburan-Nya. Dalam dukacita, kita mengalami berkat kehadiran Allah."
"Kalau kita gagal menyadari realitas dosa, tidak akan ada dukacita. Tanpa dukacita tidak akan ada keinsyafan, dan tanpa keinsyafan kita akan kehilangan berkat terbesar Allah, yaitu rahmat pengampunan serta kasih karunia."
"Tanpa melihat betapa dalamnya dimensi dosa, kita tidak akan pernah memahami bobot kasih dan anugerah Allah."
"Ada sukacita dan damai sejahtera yang hanya bisa ditemukan ketika kita akhirnya melihat dosa dan mengijinkan mata kita mengalirkan air mata atasnya. Karena di tengah-tengah air mata itu, di tengah-tengah kesedihan itu, di situlah berkat Allah dapat ditemukan."
"Ada rasa sakit dalam mengakui dosa, tapi di sisi lain, ada perasaan seperti dibasuh air yang segar di tengah hari yang terik."
Chapter : Direndahkan Supaya Ditinggikan
"Salah satu tema sentral dari khotbah Yesus adalah bahwa Allah melihat apa yang ada di kedalaman hati sebagai ukuran sejati diri kita. Penampilan terlalu mudah dipalsukan."
Chapter : Otentik Supaya Diterima
"Ketika kita berdiri untuk berdoa di depan umum, apakah kata-kata yang kita ucapkan ditujukan bagi telinga Allah atau telinga orang-orang yang mendengarkan?"
"Allah menghendaki otentisitas dalam penyembahan, hubungan, dan dalam segala sesuatu mengenai kita. Hidup sekali yang dijalani dengan terbuka."
"Beberapa orang berargumen bahwa pakaian adalah cara untuk menghormati tradisi, yang memang penting. Itu baik. Tapi, sadarilah bahwa hal ini menjadi salah satu sasaran kritik Yesus terhadap para pemimpin agama Yahudi. Tradisi menjadi lebih penting daripada manusianya. Allah ingin kita membuka ruang penyembahan yang menjadi tempat pengungsian bagi jiwa yang hancur ketimbang ruang kelas satu bagi mereka yang merasa dirinya layak untuk sorga."
"Ketika kita berbicara dengan Allah, kita harus bersikap apa adanya. Bersikap otentik, dan berbicara dengan Allah sebagaimana kita berbicara dengan pribadi yang kita kasihi. Banyak dari kita terjebak dengan gaya tertentu dalam berdoa. Kita sulit menjadi diri sendiri ketika berdoa. Saat berdoa bersama orang lain, kita punya kecenderungan untuk berbicara dengan semua orang di ruangan itu lebih daripada berbicara dengan Allah. Bahkan di ruang doa pribadi, ketulusan tidak datang dengan mudah. Kita berbicara kepada Allah seakan-akan Allah menuntut kita untuk berbicara dengan bahasa formal, sebagaimana kita berbicara dengan otoritas pemerintah yang tidak terlalu akrab dengan kita. Atau, kita berbicara dengan bahasa alkitab palsu yang kita tambal sulam dengan bahan-bahan dari Kitab Suci atau kita tambah dengan banyak bumbu dari doa-doa yang pernah kita dengar."
"Allah hanya ingin kita berbicara dengan-Nya. Komunikasi sederhana dan tidak perlu hiasan. Menjadi diri sendiri, jujur sepenuhnya dan tidak khawatir bagaimana doa itu terdengar."
"Berapa banyak orang yang meletihkan diri sendiri karena berusaha menjadi orang lain yang bukan dirinya?"
"Mengenal Allah secara otentik dan dikenal Allah secara otentik adalah tujuan dari penciptaan jiwa saya."
Chapter : Tak Berdaya Supaya Dikuatkan
"Kita menunggu terlalu lama, dan situasi sudah berubah dari buruk menjadi lebih buruk. Meminta tolong membutuhkan kerendahan hati. Kita harus tampil apa adanya dan menunjukkan semua masalah sejujur-jujurnya."
"Kita hidup di bawah tirani tentang apa yang dipikirkan orang. Keangkuhan menuntut harga yang sangat mahal. Kita bersedia tetap bertahan dalam penderitaan, selama kita pikir penderitaan itu berlangsung diam-diam tanpa diketahui orang lain."
"Yesus menyembuhkan seseorang, yang meskipun membuat banyak alasan, namun mengerti bahwa ia berada di akhir dari keakuannya. Yesus datang kepadanya. Kita tidak diminta mengikuti audisi ketika datang untuk meminta tolong kepada Yesus. Yang perlu kita bawa kepada-Nya adalah ketidakberdayaan kita, dan Ia menjumpai kita di sana, di akhir dari keakuan kita."
"Pengampunan atas dosa-dosa kita hanyalah langkah pertama. Yesus menguatkan kita untuk berdiri dan berjalan ke dalam hidup baru, untuk menghadapi setiap hari baru dalam kuasa Roh Kudus. Kita harus sampai di akhir dari keakuan kita dan bersiap mendengarkan serta melakukan apa yang Yesus perintahkan."
"Siapa pun yang berada di tengah-tengah ladang sukacita tetapi mencegah dirinya terhadap sukacita orang lain adalah orang yang belum sampai di akhir dari keakuannya. Ia belum mengalami betapa baiknya kabar baik itu. Ia harus melihat bahwa kemenangan orang lain atas ketidakberdayaan sebagai kemenangan bagi dirinya sendiri, karena Kristus membawa kemerdekaan yang sama bagi setiap orang yang bersedia berkata ya, berdiri, lalu berjalan. Sekali kita sampai di akhir dari keakuan kita dan mengalami langkah awal bersama Kristus, kita berbagi kemenangan bersama, dan perayaan kemenangan pun merebak di momen-momen yang tak terduga."
Chapter : Tersisih Supaya Dipilih
"Yang paling penting adalah rencana dan kehendak Allah, karena pelajaran yang diajarkan-Nya hampir selalu di luar prasangka yang terkumpul di dalam benak kita."
"Ketika Allah memilih Anda, Ia memperlengkapi Anda. Selalu."
"Allah senang mengambil segala kekacauan yang kita buat dan membuat semua itu menjadi sebuah mahakarya. Bagaimana lagi Anda dapat menjelaskan hati yang ditransformasi total, kecuali melalui kasih dan anugerah Kristus? Alasan terbesar mengapa Anda tidak bisa melakukannya adalah persis alasan paling tepat mengapa Allah bisa melakukannya."
Chapter : Lemah Supaya Dikuatkan
"Ada perbedaan antara memiliki kekuatan dengan bersandar pada kekuatan itu. Dunia berkata untuk bertumbuh menjadi kuat, jadilah kuat dan bergantunglah pada kekuatan Anda sendiri. Allah pun berkata supaya kita bertumbuh kuat, tetapi dengan mengerti bahwa kekuatan Allah adalah satu-satunya yang penting. Jadi, bergantunglah pada kekuatan itu."
"Allah mendemonstrasikan kekuatan-Nya persisnya melalui kelemahan kita."
Chapter : Akhir dari Keakuan Anda
"Kisah sehelai kain lenan; pelayanan di atas pemaksaan, kerendahan hati di atas kebanggaan diri."
"Kalau kita meminta Allah untuk bekerja melalui kita, sebagaimana yang dilakukan pasangan Riley, kita akan mulai melihat tempat-tempat di kanan dan kiri di mana kita bisa memulai sebuah tindakan."
"Mengasihi orang lain bukanlah sebuah pilihan; ini adalah gaya hidup yang memberikan pengaruhnya tiap-tiap hari. Ini adalah cara Allah untuk membawa kerajaan-Nya, dari satu rumah ke rumah yang lain, dari satu toko obat ke toko obat yang lain, dari satu pribadi ke pribadi yang lain, dari satu momen ke momen yang lain."
"Setiap kali saya sampai di akhir dari keakuan saya, saya dapati sesuatu yang sungguh-sungguh saya inginkan selama ini. Kehidupan yang sejati dan berkelimpahan di dalam Kristus."

Gimana, bagus 'kan isi bukunya?
Inilah yang bisa kubagikan disini. Karena aku hanya mengutip beberapa bagian, mungkin akan sedikit sulit dimengerti. Karena itu, silahkan tinggalkan komentar untuk menanyakan sesuatu yg kurang dipahami, atau boleh juga melalui socmed lainnya.
Line/WA : 0813-7094-4611
IG : _mayahartina 

Terakhir, aku mengutip sebuah frasa indah milik Bonhoeffer.
"Saat Kristus memanggil seseorang, Ia meminta orang itu untuk datang dan mati."

0 komentar:

Post a comment